Bukti Nyata Kementan Kembangkan Emas Hijau di Papua

Kamis, 30 Desember 2021, 22:20 WIB

Penanaman Vanili di Lahan Praktik Polbangtan Manokwari | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET -- Rangkaian Dies Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari dengan kegiatan Capacity Building juga mengagenda penanaman vanili, pada Kamis (30/12).  Bertempat di Kampus II Andai Polbangtan Manokwari ditanam ratusan bibit emas hijau (vanili) serta lada sebagai bukti nyata pengembangan tanaman lokal di Papua.

Kepala Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, La Hambui Semahu menyebutkan, “Tidak ada hal yang khusus untuk mengembangkan emas hijua.”  Vanili yang memiliki aroma khas banyak diminati lantaran bernilai jual tinggi.

Vanili yang mampu tumbuh dengan baik pada iklim tropis dengan suhu berkisar antara 20 hingga 25 derajat celcius, tanaman ini membutuhkan media tanam dianjurkan gembur, lempung berpasir kerikil, mudah menyerap air.  Adapun pH tanah antara 5,7 hingga 7 dengan kata lain kondisi tanah yang cendurung normal.

Tanaman ini membutuhkan tempat untuk menjalar yang dapat dibuat dari bambu ataupun mengikatnya dengan pohon lain.  Pencahayaan yang cukup dan tidak terlalu panas, dapat membuat vanili berkembang dengan optimal. 

Bibit vanili dapat diperoleh dengan menanam biji ataupun dengan cara stek.  Jika ingin menggembangkan mulai dari biji, pilih lah biji vanili yang sudah tua dan lakukan penjemuran terlebih dahulu.  Proses budi daya dengan biji membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan stek.  Jika menggunkan stek, dapat dipilih mana stek yang berkualitas baik dan layak untuk ditanam.

Panjang stek ideal untuk dikembangkan berkisar antara 30 hingga 40 cm.  Stek tersebut dapat diperoleh dari tanaman vanili yang sudah tua dengan panjang berkisar 2 hingga 3 meter.  Setelah stek dengan lahan yang sudah ada, perhatikan terlebih dahulu kelembaban tanah.

Jika tanah sudah mulai kering, maka anda perlu menyiramnya. Dan sebelum menanam bibit anda perlu memberikan pupuk tambahan pada tanah sambil menggemburkan tanah lagi.  Buat guludan dan saluran-saluran air pembuangan, agar tanaman tidak tergenang air saat musim hujan.

Langkah selanjutnya dengan melilitkan stek pada pohon ataupun tegakan bambu yang telah disiapkan kemudian ikat dengan tali rafia.  Siram tanaman sesuai kebutuhan.  Penyiraman wajib dilakukan secara rutin.  Jika musim penghujan tiba, tidak perlu dilakukan penyiraman.  Sebaliknya, jika musim kemarau, sebagai upaya meminimalisir tanah yang kering. Penyiraman dapat dilakukan 2 kali dalam sehari.

Demikian pun dengan pemupukan tanaman vanili perlu rutin dilakukan.  Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk kandang, pupuk kompos, ataupun pupuk kimia.  Dosis pemberiannya berbeda-beda sesuai dengan kondisi tanah dan umur tanaman vanili.  Penantian panjang yang berkisar dua sampai tiga tahun, barulah dapat memanen vanili.

Panen dapat dilakukan setahun sekali dengan waktu panen dua hingga tiga bulan. Buah vanili yang siap panen berwarna hijau dengan pucuk berwarna kuning.  Cukup panjang proses mengembangkan vanili.  Namun demikian, Polbangtan Manokwari memulai mengembangkan secara masal di penghujung Tahun 2021, dengan sabar menanti vanili ini berbuah dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang.  Dan mengembalikan kejayaan vanili di Papua.  (269)