Cara Mudah Budi Daya Singkong

Selasa, 21 April 2020, 17:19 WIB

Singkong merupakan tanaman yang mudah untuk dibudidayakan dan bisa ditanam di lahan yang kurang subur sekalipun. | Sumber Foto:Dok Kementan

AGRONET -- Singkong atau ubi kayu atau yang dikenal juga dengan nama ketela pohon merupakan tanaman sejenis umbi yang memiliki karbohidrat yang tinggi. Bagian yang biasa dimanfaatkan pada tanaman ini adalah bagian umbi dan daunnya. Umbinya dapat dikonsumsi dengan cara direbus ataupun diolah menjadi keripik ataupun tepung, sedangkan daunnya dapat diolah menjadi sayuran.

Singkong merupakan komoditas yang dinilai memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Karena singkong merupakan bahan baku utama dalam pembuatan tepung tapioka.

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Manihot utilissima ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi tujuh meter. Ukuran umbi yang bisa dihasilkan dapat mencapai panjang 50 sampai 80 cm. Tanaman ini memiliki bentuk daun yang menjari dan akan berkurang jumlahnya ketika mendekati masa panen.

Populasi singkong ini sendiri telah tersebar ke berbagai belahan dunia yang memiliki iklim tropis. Indonesia menjadi negara dengan peringkat ketiga sebagai negara produksi singkong terbesar di dunia setelah Nigeria dan Brazil.

Singkong merupakan tanaman yang mudah untuk dibudidayakan dan bisa ditanam di lahan yang kurang subur sekalipun. Selain mudah dibudidayakan, risiko gagal panen juga sangat kecil jika dibandingkan dengan komoditas lainnya.

Syarat tumbuh singkong yang utama adalah cahaya matahari, tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup sepanjang hari. Tanaman singkong menghendaki iklim dengan curah hujan antara 1500-2500 mm/tahun, dengan suhu udara minimum 10oC dengan kelembaban 60-65%.

Sementara itu, jenis tanah yang cocok untuk budi daya singkong adalah tanah yang kaya bahan organik, subur, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu porous. pH tanah yang dikehendaki adalah netral, yaitu antara 6,5 hingga 7,5. Tanaman singkong masih bisa ditanam pada ketinggian hingga 1500 mdpl dan ketinggian idealnya adalah 10-700 mdpl.

Berikut tahapan yang perlu dilakukan dalam membudidayakan tanaman singkong agar hasilnya maksimal:

Pengolahan Lahan

Hindari memilih lahan dengan kondisi tanah berair, becek, dan rawan tergenang air. Selain kondisi tanah, ada juga beberapa syarat tumbuh yang harus dipenuhi agar tanaman singkong mampu tumbuh optimal. Jika sudah memilih lahan tanam yang sesuai dengan syarat tumbuh, maka luangkanlah waktu untuk melakukan pengolahan terhadap lahan tanam sebalum menanaminya dengan bibit singkong.

Langkah yang perlu dilakukan adalah memilih lahan di tempat yang terbuka yang terkena paparan matahari sepanjang hari. Bersihkanlah tanah dari gulma-gulma atau tanaman liar dan bebatuan yang ada di lahan tanam singkong. Gemburkanlah tanah dengan mencangkul atau sedikit dibajak.

Taburkanlah kapur dolomit jika pH tanah di bawah 6,5 guna menjaga derajat keasaman tanah. Buatlah bedengan dengan ukuran yang disesuaikan dengan lahan tanam dan dengan jarak 50 – 60 cm antar bedengan. Jika lahan dirasa tidak begitu subur, maka berikanlah pupuk kandang atau pupuk kompos dengan dosis yang cukup dan biarkanlah tanah selama 10 hari.

Pengolahan tanah dibajak atau dicangkul 1-2 kali sedalam kurang lebih 20 cm, diratakan kemudian dibuat bedengan-bedengan atau guludan dan juga dibuat saluran drainase, kemudian baru dapat ditanami.

Persiapan Bibit

Bibit unggul singkong bisa didapatkan dari tanaman singkong yang memiliki kualitas yang juga bagus melalui metode stek batang. Pemilihan bibit unggul bisa dilakukan dengan tahapan memilih tanaman singkong yang cukup tua dengan usia 10 – 12 bulan, untuk dijadikan sebagai induk bibit tanaman singkong.

Pilihlah tanaman singkong yang memiliki batang yang besar, terbebas dari penyakit, dan memiliki mata tunas yang rapat. Pilihlah batang bagian tengah, tepatnya 30 cm dari pangkal batang dan 30 cm dari di bawah daun terbawah. Potonglah batang tanaman induk singkong dengan ukuran sekitar 20 cm dengan diameter kurang lebih 1,5 cm dan sedikit miring. untuk mendapatkan bibit yang memiliki kemungkinan hidup tinggi dan kualitas hidup yang baik. Bibit ini nantinya akan ditancapkan pada lahan yang telah dipersiapkan.

Dalam hal ini, lebih dianjurkan untuk memotong miring karena akan menunjang pertumbuhan akar yang lebih banyak mengingat penampangnya yang cukup luas.

Penanaman

Penanaman singkong sangat dianjurkan untuk dilakukan saat awal musim hujan, mengingat sifat bibit yang masih memerlukan pasokan air yang cukup banyak untuk pertumbuhan awal. Cara penanamannya adalah cukup dengan menancapkan batang pohon atau bibit yang telah disiapkan pada lahan pertanian singkong.

Yang perlu ditekankan pada cara penanaman tanaman singkong ini adalah pada jarak tanamnya. Jarak tanam antar bibit sebaiknya dibuat dengan jarak 60 cm atau 80 cm agar akar pohon bisa berkembang dengan baik. Selain itu perlu juga untuk diketahui arah tunas pohonnya. Arah tunas ini bisa dilihat pada bakal tunas yang ada pada tonjolan bekas daun singkong jatuh. Pastikan tunas ini menghadap ke atas karena jika tunas terbalik maka singkong akan tumbuh ke bawah dan menjadi tidak sempurna.

Pemeliharaan

Sebenarnya cara budi daya singkong itu mudah, singkong akan tumbuh dengan sendirinya dan bisa berbuah tanpa pemeliharaan intensif. Namun agar hasil singkong lebih besar dan banyak maka tidak ada salahnya jika petani melakukan pemeliharaan khusus. Untuk melakukan pemeliharaan pada tanaman singkong cukup dilakukan dengan pemupukan.

Pemupukan susulan bisa dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam satu musim tanam, tergantung kondisi kesuburan tanaman. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam yang dibarengi dengan melakukan penyortiran tunas yang tumbuh pada batang dengan hanya menyisakan dua tunas yang terbaik.

Selanjutnya, pemupukan kedua dilakukan saat usia tanaman 3 bulan setelah tanam dan dibarengi dengan pembersihan rumput/gulma yang ada di sekitarnya. Sementara pemupukan ketiga atau pemupukan tahap akhir dilakukan saat usia tanaman 6 bulan setelah tanam.

Pupuk yang digunakan dalam pemupukan susulan ini adalah pupuk yang mengandung unsur hara N, P dan K dengan dosis yang berimbang. Pupuk ditaburkan secara hati-hati di sekeliling tanaman dengan jarak 25-30 cm dari batang tanaman.

Pemanenan

Usia panen singkong beragam sesuai dengan varietas singkong yang ditanam. Biasanya, perkiraan usia panen singkong berkisar 6 sampai 12 bulan. Secara spesifik, juga dapat melihat beberapa karakteristiknya, seperti pertumbuhan daun di bagian bawah yang sudah mulai berkurang dan warna daun yang menguning dan banyak rontok.

Tips proses panen singkong yang baik adalah cabutlah batang tanaman singkong hingga ke umbinya. Jika masih ada umbi yang tertinggal di tanah, ambillah dengan garpu tanah atau cangkul. Kumpulkanlah singkong hasil panen di tempat yang strategis.

Lakukanlah penyortiran atau pemilahan terhadap singkong berdasarkan ukuran dan kualitas umbinya. Pisahkan singkong yang cacat atau busuk dengan singkong yang segar. Singkong dikenal memiliki sifat yang tidak tahan lama, sehingga diperlukan rentang waktu yang singkat dari proses memanen singkong hingga proses pengolahannya.

Perlu diketahui bahwa, tanaman singkong dikenal cukup rakus dalam penyerapan nutrisi terutama dalam proses pembentukan zat pati/sagu. Hal ini menyebabkan tanah menjadi tandus jika ditanami singkong secara terus menerus. Untuk mengatasi ini, penting untuk menjaga kesuburan tanah dengan cara melakukan rotasi tanam.(234)

BERITA TERKAIT