Cara Mudah Menanam Selada di Pekarangan Rumah

Kamis, 06 Agustus 2020, 10:22 WIB

Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, kita bisa memperoleh manfaat. Selada termasuk ke dalam jenis tanaman yang sangat mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh dengan cepat. | Sumber Foto:Dok AGRONET

AGRONET --  Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan konsisten bergerak dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat. Salah satu kebijakan usaha memenuhi pangan masyarakat adalah diversifikasi pangan dan kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L) yakni dengan memanfaatkan pekarangan rumah tangga.

Kegiatan pangan lestari merupakan suatu cara bertindak secara kongkrit guna memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi, seimbang, dan beragam serta menggerakkan ekonomi masyarakat. Jenis sayuran yang bisa ditanam perlu disesuaikan dengan masa panen. Terutama seperti kangkung, cabai, selada maupun sawi yang dapat dipanen dalam kurun waktu satu atau dua bulan setelah tanam.

Tanaman Selada atau dikenal dengan lettuce, merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah dengan iklim sedang maupun tropis. Diyakini bahwa tanaman ini berasal dari bagian timur, laut tengah.

Selada biasanya bisa dikonsumsi langsung tanpa direbus atau digoreng. Mengonsumsi selada secara rutin juga mampu menjaga kesehatan tubuh karena berbagai manfaat yang dikandungnya, seperti vitamin A, C, K, dan juga mineral yang tinggi.

Selada termasuk ke dalam jenis tanaman yang sangat mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh dengan cepat. Oleh karena itu, tak heran jika selada menjadi pilihan untuk dibudidayakan di pekarangan dan dianggap memberi peluang yang menjanjikan. 

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan pekaranagn dan memulai budidaya selada, berikut beberapa cara-cara yang bisa dilakukan:

Pemilihan Bibit 

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk memulai budidaya selada adalah pemilihan bibit yang berkualitas. Namun sebelum menentukan bibit, Anda harus mengenal jenis selada apa yang akan ditanam, karena masing-masing jenis selada memiliki citarasa dan tekstur yang berbeda.

Untuk mendapatkan bibit selada berkualitas, Anda bisa membelinya langsung di toko pertanian atau melalui petani. Dengan memilih bibit berkualitas, maka potensi untuk mendapatkan hasil panen selada yang segar dan sehat tentu akan semakin besar.

Ketika memilih benih selada, pilihlah yang berkualitas. Jangan sembarangan ketika memilih benih. Karena benih ini lah yang akan menentukan baik tidaknya tanaman selada kedepannya. Apa lagi jika Anda membudidayakan selada dalam skala besar.

Benih yang tidak berkualitas akan berimbas kepada tanaman ke depannya. Misalnya seperti selada menjadi tidak bagus dan bisa saja selada menjadi tidak layak untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, pilihlah benih selada yang berkualitas.

Persiapan Media Penanaman

Setelah bibit berkualitas didapatkan, maka langkah selanjutnya yaitu mempersiapkan media penanaman. Beberapa bahan yang dibutuhkan untuk membuat media penanaman yang baik untuk pertumbuhan selada antara lain:

  1. Sekam padi
  2. Tanah gembur
  3. Pupuk kompos atau pupuk kandang

Campurkan ketiga bahan tadi dengan menggunakan cetok lalu siram dengan air secukupnya agar media tanam menjadi lembab.

Besar dan lebar lahan atau tanah yang dipersiapkan itu tergantung kepada Anda sendiri. Jika Anda ingin membuat lahan budidaya yang lebar maka siapkan tanah atau lahan yang lebar pula. Begitu pula sebaliknya.

Sebelum dipakai, terlebih dahulu lahan di olah. Cara pengolahan lahan adalah pertama-tama cangkul tanah sedalam 25 cm. Setelah itu, buatlah bedengan. Lebar bedengan sesuai dengan keinginan Anda. Taburkan pupuk kandang pada tanah bedengan yang telah Anda buat. Dan bedengan siap digunakan.

Penyemaian Benih

Sebelum ditanam di lahan, penting bagi Anda untuk melakukan penyemaian benih terlebih dahulu. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk penyemaian benih antara lain:

  1. Campur tanah, pupuk kompos atau pupuk kandang, sekam padi dengan perbandingan 2:1:1, lalu aduk rata dengan cetok
  2. Setelah bahan tercampur rata, penuhi 3/4 pot atau polybag dengan campuran bahan-bahan tadi
  3. Buat lubang di bagian tengah media kurang lebih 2 cm, lalu masukkan 1-2 biji selada kedalam benih.
  4. Timbun dengan tanah lalu padatkan
  5. Siram dengan air secukupnya, agar media tetap berada pada kondisi lembab.

Pengolahan Lahan

Jika Anda ingin memanfaatkan lahan pekarangan di rumah untuk budidaya selada, maka Anda harus melakukan pengolahan lahan terlebih dahulu. Hal-hal yang harus dilakukan ketika akan melakukan pengolahan lahan antara lain:

  1. Tentukan lokasi penanaman lahan terlebih dahulu.
  2. Lakukan sterilisasi lahan dengan pemberantasan dan penyiangan gulma.
  3. Cangkul tanah dengan kedalaman kurang lebih 10 cm.
  4. Setelah tanah gembur, Anda bisa mencampurkannya dengan pupuk kandang atau pupuk kompos.
  5. Diamkan lahan kurang lebih 2 hari.

Ketika lahan sudah diolah, Anda bisa langsung menanam selada di lahan dengan memindahkan benih selada yang sudah disiapkan langsung ke lahan.

Perawatan tanaman selada lain yang tidak boleh diabaikan yaitu pengairan atau drainase. Drainase harus diperhatikan dan dipantau sehingga tidak adanya genangan air yang akan merusak tanaman selada.

Selain itu, melakukan proses pengairan yang tepat juga akan mencegah munculnya hama dan penyakit yang akan menyerang tanaman selada.

Setelah proses persemaian telah selesai dilakukan, hal yang selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah menanam benih yang telah disemai di lapangan. Cara menanamnya adalah ambil bibit yang telah siap ditanam. Bawa bersama dengan media tanamnya. Setelah itu barulah bibit tersebut bisa ditanam di lapangan.

Pemanenan

Selada termasuk kedalam jenis tanaman yang bisa dipanen dalam waktu yang cepat. Selada dapat dipanen ketika memasuki usia 40-60 hari semenjak penyemaian.

Agar kondisi hasil panen tetap baik, maka ada beberapa langkah pemanenan yang harus Anda perhatikan.

  1. Cabut tanaman selada hingga ke bagian akarnya.
  2. Pilih daun selada yang masih berada pada kondisi segar.
  3. Cuci selada yang sudah dicabut dibawah air mengalir hingg bersih.
  4. Kelompokkan selada berdasarkan jenis daun yang berukuran sama.
  5. Karena masa kualitas selada yang tergolong singkat, maka panen selada dengan gerak cepat.

Demikian beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan budidaya selada di pekarangan rumah. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, kita bisa memperoleh manfaat. Memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi, seimbang, dan beragam bagi keluarga juga masyarakat sekitar, dan sekaligus mendukung ekonomi keluarga. (234)