Budidaya Timun Suri, Buah Penyegar Buka Puasa

Kamis, 22 April 2021, 10:08 WIB

Mentimun suri atau timun suri, timun betik atau barteh adalah tumbuhan semusim penghasil buah dari suku labu-labuan (cucurbitaceae). | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Mentimun suri atau timun suri, timun betik atau barteh adalah tumbuhan semusim penghasil buah dari suku labu-labuan (cucurbitaceae).

Buah timun suri yang setengah masak biasanya dijual secara musiman pada bulan ramadhan karena daging buahnya merupakan komponen minuman penyegar untuk berbuka puasa. Timun suri mengandung kalium yang cukup tinggi sehingga bermanfaat untuk menjaga kesegaran tubuh.

Timun suri memiliki bentuk memanjang seperti mentimun namun bentuk daun dan ukuran bijinya lebih menyerupai blewah ataupun melon.untuk bisa memanen buah timun suri, harus mengetahui cara terbaik untuk memulai teknik budidaya sehingga akan mendapatkan hasil panen yang sempurna.

Agar pertumbuhannya nanti menjadi lebih optimal dan menghasilkan buah yang berkualitas.Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Suhu udara 21 hingga 27 derajat Celcius
  • Intensitas sinar matahari yang cukup
  • Daerah kering dan tidak banyak hujan
  • Ketinggian wilayah yang paling cocok adalah 1000 – 1200 mdpl
  • Kondisi tanah gembur, kaya humus, dan mudah menyerap air
  • PH tanah 6 – 7
  • Sistem pengairan atau drainase tergolong baik

Menyiapkan lahan

Lahan yang akan digunakan untuk menanam timun suri, dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman lainnya. selanjutnya gemburkan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul. kemudian, buatlah bedengan dengan ukuran lebar sekitar 80-90 cm dengan panjang dan tinggi dapat disesuaikan dengan kondisi lahan. dalam setiap bedengan dibuat 2 lajur yaitu kanan dan kiri dan bagian tengahnya dibuat parit dengan lebar sekitar 40-50 cm. jika ph tanah dibawah 5,5 maka lakukan pengapuran dengan dolomit.

Lakukan pula pemupukan dasar pada bedengan dengan menggunakan pupuk organik ataupun nonorganik. pupuk organik yang dapat digunakan dapat berupa pupuk kompos ataupun pupuk kandang. pupuk anorganik yang bisa digunakan yaitu pupuk tsp/sp-36, kcl, dan urea/za dengan perbandingan 2 : 1 : 1. pupuk-pupuk tersebut ditaburkan secara merata di atas bedengan lalu dicampur dengan tanah hingga rata. pemupukan dasar ini biasanya dilakukan 10-15 hari sebelum tanam.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Lakukan sterilisasi lahan dengan membersihkannya dari gulma dan bebatuan.
  • Gemburkan tanah di lahan tanam dengan mencangkul atau membajaknya.
  • Buat bedengan dengan lebar 80 cm dan panjang yang disesuaikan dengan luas lahan.
  • Tinggi bedengan sesuaikan dengan kondisi lahan yang kamu gunakan.
  • Buat lajur di bagian kanan dan kiri bedengan.
  • Buat parit di bagian tengahnya selebar 40 cm.
  • Taburkan kapur dolomit untuk memperbaiki pH tanah.
  • Berikan pupuk kandang atau pupuk kompos pada bedengan.
  • Kamu bisa memberikan tambahan pupuk kimia seperti SP, KCL, dan urea.
  • Biarkan selama 10 sampai 15 hari.

Menyiapkan bibit 

Benih timun suri dapat diperoleh dengan cara membuat benih sendiri dari tanaman sebelumnya. timun suri yang akan dijadikan bibit dipilih yang telah tua dan sehat lalu diambil bijinya. jika tidak ingin ribet, anda dapat membeli biji benih di toko pertanian. setelah biji benih didapatkan, seleksi biji benih dengan cara merendamnya dalam air. jika ada benih yang mengapung buang saja karena itu berarti kurang baik.

Setelah diseleksi, tiriskan dan jemur benih hingga kering. benih timun suri dapat ditanam langsung ataupun disemai terlebih dahulu. namun untuk mendapatkan tanaman yang seragam, sebaiknya benih disemai dalam polybag semai.media semai yang digunakan yaitu campuran tanah dengan pupuk kandang atau pupuk kompos denganperbandingan 2 : 1. jika media semai sudah dimasukkan dalam polybag, benamkan 1 benih dalam setiap polybag.

Untuk menyiapkan bibitnya, kamu dapat melakukan cara berikut ini:

  • Kupas buah dan bagi menjadi dua bagian.
  • Ambil biji timun suri.
  • Bersihkan biji dengan air mengalir.
  • Rendam biji dengan air biasa, lalu buang yang mengapung.
  • Tiriskan biji yang tenggelam dan jemur hingga kering

Menanam

Jika bibit timun suri telah berumur sekitar 10 hari setelah semai maka dapat dilakukan penanaman. jarak tanam yang digunakan dalam penanam timun suri yaitu sekitar 70-80 cm. dalam setiap lubang tanam yang dibuat dengan kedalam selitar 2 cm ditanami 2 benih bibit lalu timbun kembali dengan tanah dan siram agar lahan tetap lembab.

Perawatan tanaman meliputi:

  • Lakukan penyiraman dua kali sehari, di pagi dan sore hari.
  • Beri pupuk susulan pada usia tanaman 10, 17, 24, 31, dan 40 hari.
  • Siangi gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman timun suri secara manual.
  • Lakukan penyulaman secepat mungkin jika ada tanaman yang mati.

Pemupukan susulan 

Pemupukan pada tanaman timun suri dilakukan sebanyak 5 kali selama musim tanam yaitu pada saat tanaman berumur 10 hari setelah tanam, 17 hari setelah tanam, 24 hari setelah tanam, 31 hari setelah tanam dan 40 hari setelah tanam. pupuk yang digunakan yaitu pupuk npk. pemberian pupuk susulan ini dilakukan dengan cara ditabur atau dikocor.

Pemanenan 

Timun suri dapat mulai dipanen setelah berumur sekitar 60 sampai 70 hari setelah tanam. buah timun suri yang siap panen yaitu buah yang sudah cukup tua dengan ditandai oleh tangkai buah yang mengering atau buah yang lepas dari tangkainya. dalam satu kali musim tanam, dapat dilakukan sebanyak 10-15 kali pemanenan yang dilakukan secara bertahap tergantung pada kondisi dan perawatan tanaman. (234)