Padi IP400, Integrated farming dan Zero waste

Minggu, 06 November 2022, 17:55 WIB

IP 400 adalah cara tanam dan panen empat kali dalam satu tahun pada lahan yang sama. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Demplot konkret lahan 2 hektar di Sukoharjo bertanam padi pola IP400. Heri sunarto sudah 7 tahun menerapkan IP400 hingga sekarang panen dari yang ditanam ke 28.

Hebatnya lagi, di lokasi menerapkan konsep integrated farming mengitegrasikan berbagai tanaman dan ternak secara terpadu menjadi satu kesatuan sistem bertani.

Padi dua hektar di lahan kering tadah hujan dengan IP400, sejumlah sapi yang diberi pakan dari jerami padi, kotoran sapi dibuat kompos masuk kesawah, juga ternak ayam pakan dari alami sekitar dan kotoran ayaman jadi pupuk organik.

Air dari sumur submersuble dipompa dimulai untuk minum ayam, sayuran angguran, strobery, hidroponik, kolam bioflok, mina padi, itik dipelihara di sawah sudah mendapat makanan gratis dari sistem dan terakhir mengalir sawah secara alami dan otomatis dengan tenaga tekanan air, air yg masuk ke sawah padi sudah mengandung hara yg banyak termasuk pupuk organik cair gratis dari “mesin produksi pupuk cair secara alami membuat sendiri dari proses mina padi”.

Semua komoditas tersebut ditata rapi dan mengikuti kesisteman sistem irigasi yg hemat, berjalan sendirinya dg satu kontrol panel dan terukur sesuai kebutuhan. Sistem sdh stabil dan berjalan tiap hari, tiap musim, dan tiap tahun. Inilah bentuk dari pola integrated farming horisontal.

Selanjutnya, pengembangan pola integrated farming vertikal dalam arti sejenis rumah susun, paling atas area rak rak ditanam anggur, lapis rak dibawah anggur ditanam stroberi, dibawah rak strowberi ditanam rak jahe jahe dan selanjutnya dibawah rak jahe dibudidayakan ikan bak bak, serta dilanjut sebelah nya mina padi dan terakhir masuk ke sawah padi 

Integrasi vertikal juga dilakukan dalam hal bisnisnya yakni: hulu - onfarm - hilir - pasar, sehingga ujungnya memasok sayuran, beras, ayam dll ke pasar pasar, juga memasok ikan lele dan lainnya ke warung warung makan ke jakarta.

Hal yang menarik, konsep zero waste dengan mengembalikan kesuburan tanah nusantara melalui perlakuan dari bahan alami, secara bertahap menyeimbangkan bahan kimia sintetis.

Implementasi dari inspirasi value dan komitmen hati mewujudkan konsep Tanah nusantara itu land of harmoni dan akan menghasilkan pangan nusantara yang bagus dengan visi Indonesia Feed The World 2045.

ini ada invention / temuan baru untuk pertanian ramah lingkungan yaitu ramuan Biosaka, jika dipadukan dengan ilmu kinesiologi, tanah nusantara yang subur memproduksi pangan tidak hanya sehat, tapi bermanfaat untuk sel dan stamina.

Bagi petani yg berminat n pengin belajar konsep integrated farming maupun zero waste ini sdh banyak di petani, bhw ini sejalan dg komunitas petani POC, POG, MOL, jadam, ecofarming, LEISA, pert organik, pert konvensional, pert modern, dan lainnya. prinsip sama dengan karakteristik berbeda beda, masing-masing berjalan sesuai dengan konsep berdampingan kompak dan berkomitmen menjaga alam dan lingkungan serta membangun pertanian secara berkelanjutan.

Sumber :

Intani