Mencegah dan Mengatasi Kembung pada Ternak Sapi

Kamis, 18 Juli 2019, 16:40 WIB

Sapi yang termasuk dalam ruminansia juga mengalami satu gangguan pencernaan yang kerap kita alami yaitu perut kembung yang dapat mengakibatkan kematian.. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET --  Bukan hanya manusia yang mengalami kembung. Sapi yang termasuk dalam ruminansia juga mengalami satu gangguan pencernaan yang kerap kita alami yaitu perut kembung. Dalam istilah kedokteran hewan, penyakit ini disebut bloat atau tympani. Jika pada manusia biasanya  perut kembung tidak dianggap sebagai suatu penyakit yang serius, lain halnya pada ternak sapi.

Perut kembung yang terjadi pada sapi sering menyebabkan kematian. Kondisi tersebut disebabkan oleh banyaknya kandungan gas di dalam rumen yang mengakibatkan sistem pencernaan terganggu dan bagian perut sapi di sisi kiri akan terlihat membesar.

Faktor utama penyebab ternak sapi mengalami perut kembung adalah konsumsi pakan yang mudah menimbulkan gas di dalam rumen, seperti rumput-rumputan yang masih basah dan kurang berserat serta beberapa bahan pakan ternak seperti leguminosa, kacang-kacangan, dan bahan-bahan yang telah melalui proses fermentasi.

Perut kembung dapat mengakibatkan kematian pada sapi disebabkan oleh struktur organ sapi yang unik. Jika pada manusia letak jantung berada di dada, pada sapi letak jantungnya berada di perut bagian kanan. Jika rumen terus menerus terisi oleh gas dan juga asam lambung, jantung secara otomatis akan terdesak.

Perut  kembung pada sapi memang sama sekali bukanlah penyakit yang menular, meski berpotensi kematian pada ternak sapi jika penanganan yang dilakukan tidak tepat. Pada beberapa kejadian, peternak salah mengambil tindakan saat menanggulanginya.

Ketika sapi dalam kondisi perut kembung dan mengalami kelumpuhan, peternak justru memposisikan sapi terlentang. Hal tersebut tentu akan semakin mempercepat jantung terhimpit oleh gas dalam rumen.

Gejala Perut Kembung 

Selain perut bagian kiri sapi membesar, ada beberapa gejala lain yang dapat menjadi indikasi ternak mengalami perut kembung seperti berikut ini :

  • Gerakan ternak kurang lincah dan kerap terjatuh. Dalam kondisi yang lebih parah, ternak dapat mengalami kelumpuhan dan mati.
  • Sama seperti manusia, jika bagian perut ditepuk dengan jari makan akan terdengar mirip suara kendang.
  • Pernafasan menjadi terganggu karena tertekan oleh rumen yang membesar dan membuat sapi menjadi kesulitan bernapas sebagaimana mestinya. Sapi akan lebih sering bernapas melalui mulutnya.
  • Nafsu makan berkurang drastis.
  • Ternak akan terlihat sanget gelisah, bisanya ditunjukkan dengan seringnya menghentakkan kaki dan mengais-ais perutnya.
  • Awalnya mata memerah, kemudian berubah kebiruan. Jika sudah mencapai tahap ini artinya ternak kekurangan oksigen dan mendekati kematian.

Pencegahan dan Penanggulangan

Langkah preventif yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian pakan ternak yang mengandung sekitar 10-15% serat dan mengeringkan terlebih dahulu pakan hijauan segar.  Untuk penggembalaan, pilih waktu saat matahari mulai naik dan sinarnya menghangat (embun sudah menguap). Selain itu ternak juga harus diupayakan aktif bergerak utnuk mengurangi kadar gas pada lambung dan jangan biarkan dalam kondisi terlalu lapar.

Jika ternyata ternak sapi sudah terlanjur mengalami perut kembung, maka penanggulangan yang dapat Anda lakukan antara lain sebagai berikut:

  • Hal yang harus dilakukan oleh peternak adalah mencegah ternak berbaring karena ini akan memperberat kerja sistem pernapasan yang mana akan memperburuk kondisi ternak.  
  • Usahakan ternak sapi tetap dipaksa berjalan untuk mengurangi kadar dalam rumen.
  • Pada kondisi masuk angin perut kembung yang ringan, berikan daun kering sebagai pengganti pakan hijauan.
  • Berikan anti bloatdengan bahan aktif dimethicone.
  • Sebagai alternatif, Anda juga bisa memberikan minyak sayur untuk diminumkan pada sapi. Minyak sayur ini akan berfungsi untuk menghilangkan busa pada rumen. Penyebab gas tidak bisa keluar dari rumen adalah karena gas bercampur dengan cairan yang ada di dalam rumen dan membentuuk busa/ buih. Fungsi pemberian minyak sayur adalah untuk menghilangkan busa tersebut sehingga gas bisa keluar melalui mulut (sendawa) atau melalui anus.
  • Jika kondisi kembung sudah parah, tindakan yang bisa dilakukan untuk mengelurkan gas dari perut adalah dengan menusuk perut ternak sebelah kiri menggunakan trocardan cannula. Tentu saja tindakan ini tidak dapat dilakukan dengan sembarangan.
  • Untuk lebih amannya, segera hubungi dokter hewan untuk penanggulan lebih lanjut

(Dari berbagai sumber. /234)