Ternak Bebek Makin Prospektif

Sabtu, 16 Mei 2020, 09:00 WIB

Seiring peningkatan permintaan pasar, usaha ternak bebek semakin menjanjikan. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET --  Bebek merupakan unggas yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Permintaan daging dan telur bebek setiap hari semakin meningkat, terlebih setelah makanan olahan tradisional berbahan baku bebek semakin popular seperti bebek Madura dan bebek sinjay atau bebek bumbu hitam.

Permintaan bebek juga meningkat karena restoran atau rumah makan dengan sajian utama bebek juga semakin populer. Katakanlah Bebek Haji Slamet Surakarta, Bebek Kaleyo dan banyak lagi lainnya. Selain permintaan rumah makan yang semakin tinggi, tingkat kesukaan dan permintaan masyarakat terhadap daging bebek juga semakin tinggi. Hal ini tentu menjadikan usaha ternak bebek sebagai peluang usaha semakin menjanjikan.

Hasil utama ternak bebek adalah telur dan daging. Telur bebek menjadi fokus utama dari budidaya bebek. Sementara untuk dagingnya, menjadi hasil sampingan setelah bebek sudah tidak produktif lagi.Namun seiring tingginya permintaan bebek, sudah banyak peternak yang membudidayakan bebek untuk tujuan utama penjualan bebek sebagai pedaging.

Usia produktif bebek adalah 20 minggu hingga satu tahun ke depannya. Setelah melewati masa bertelur selama 1 tahun, biasanya bebek tidak akan produktif lagi. Produksi telur rata-rata bebek lokal berkisar antara 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan, bebek alabio memiliki produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan masa produksi telur hingga 68 minggu.

Untuk bisa memulai usaha ternak bebek, tidak banyak modal yang diperlukan. Namun demikian, penyediaan lokasi menjadi syarat mutlak agar budidaya yang dilakukan bisa sukses dan membuahkan hasil yang maksimal.

Jenis bebek yang banyak dibudidayakan di Indonesia biasanya adalah bebek tegal, bebek khaki campbell, bebek alabio, bebek mojosari dan bebek bali.

Berikut tahapan budidaya ternak bebek yang mudah dipahami termasuk oleh pemula:

Persiapan Lokasi

Sebaiknya agak jauh dari pemukimam penduduk namun akses jalan menuju juga mudah dijangkau dengan mobil atau motor. Pastikan lokasi anda aman dari predator, baik itu biawak, berang-berang, ular dan hewan pemangsa lainnya. Jika disekitar lokasi ada tempat mandi-mandi bebek akan lebih baik.

Kandang Bebek

Beberapa persyaratan kandang bebek agar produktivitas bisa optimal:

  • Penyiapan Sarana dan Peralatan
  • Persyaratan temperatur kandang ± 39 ° C.
  • Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
  • Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang.

3 tipe kandang yang bisa digunakan di antaranya:

  1. Kandang untuk anak bebek (DOD) pada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m 2 mampu menampung 50 ekor DOD
  2. Kandang Brower (untuk bebek remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor per kelompok
  3. Kandang layar ( untuk bebek masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor bebek dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor bebek dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).

Perlengkapan kandang yang diperlukan seperti tempat makan, tempat minum dan perlengkapan tambahan lainnya.

Daya tampung untuk 100 ekor bebek :

  • Umur 1 hari – 2 minggu 1 -2 m.
  • Umur 2 minggu 2 – 4 m.
  • Umur 2 – 4 minggu 4 – 6 m.
  • Umur 4 – 6 minggu 6 – 8 m.
  • Umur 6 – 8 minggu 8 – 10 m.
  • Bebek Dara sampai umur 6 bulan, 5 – 10 ekor/m.

Bibit Bebek

3 cara memilih bibit bebek yang bisa dilakukan :

  1. Membeli telur tetas dari induk bebek yang dijamin keunggulannya
  2. Memelihara induk bebek yaitu pejantan + betina unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
  3. Membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan setempat.

Pastikan memilih bibit yang unggul dan sudah diuji keunggulannya, agar produksi ternak bisa optimal. Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.

Perawatan 

Setelah kita memiliki kandang dan bibit, maka langkah selanjutnya adalah tindakan perawatan bibit bebek. Biasanya peternak memilih bibit DOD karena dianggap lebih baik dan lebih jelas kualitasnya.

a. Perawatan Bibit

Sebaiknya segera ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak bebek tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m?2; mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan bebek fase stater.

b. Perawatan calon Induk

Untuk calon indukan bebek sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.

Pemberian Pakan

Untuk pemberian pakan, sesuaikan dengan usia bebek. Pada fase bertelur bebek membutuhkan pakan dengan kandungan protein 17% – 20?n energi sebesar 2.700kkal – 2.88kkal. Bahan pokok pakan sumber karbohidrat antara lain dedak, jagung,karak atau aking atau nasi kering serta menir.

Sumber protein hewani segar : ikan rucah, kerang, remis, kulit udang, diberikan oleh peter nak di dekat pantai. Bekicot dan keong sawah diberikan oleh peternak di areal pertanian dan rawa. Untuk mengantisipasi kurangnya ikan segar bisa dikeringkan dan dibuat tepung.

Jumlah pakan yang diberikan juga bervariasi. Patokannya seekor itik membutuhkan 155 g/hari (kering). Pada kadar air 15% – 20% bobotnya kurang lebih 220 g. Ada peternak membi pakan 20kg/100 ekor/ hari. Peternak lain memberi 7 kg aking, 5 kg katul, 15 kg ikan segar atau 5 kg tepung ikan. Atau 25 kg – 27 kg per hari.

Teknis pembagian pakan sesuai dengan usia bebek:

  1. Umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
  2. Umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
  3. Umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
  4. Umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu : 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan bebek secara ad libitum (terus menerus).

Sebagian peternak memberi pakan di dalam kandang. Sebaiknya pakan jangan kepanasan. Pemberian pakan dua kali (pukul 07.00 dan 17.00) atau tiga kali (plus pukul 12.00) sehari, tergantung kebiasaannya. Di antara jam pakan dua kali, biasanya diselingi dengan camilan protein hewani.

Jangan mengganti jenis pakan, petugas pakan dan jadwal pakan tiba-tba, sebab ini bisa membuat bebek stress. Hindari pemberian pakan di luar jadwal dan memaksa itik berhenti makan. Pemberian pakan sebaiknya diberikan saat semua bebek dalam keadaan terjaga.

Perkawinan

Setelah memasuki usia 20 minggu, biasanya bebek akan siap untuk dikawinkan. Sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu hand mating/perkawinan dengan bantuan tangan manusia dan nature mating atau perkawinan secara alami.

Panen

Setelah proses bebek betina dibuahi maka bebek akan bertelur. Itik bisa bertelur 200-250 butir pertahun. Waktu memanen yang tepata adalah pada pukul 06.00 – 07.00. Wadah telur berupa keranjang atau wadah lain yang cekung. Hendaknya telur segera dipasarkan. Unuk meningkatkan nilai tambah, telur bisa diasinkan terlebih dahulu untuk dijual sebagai telur asin. Telur tidak boleh disimpan lebih dari lima hari.

Hasil akhir dari ternak bebek bisa berupa telur bebek,telur asin, telur pindang atau lainnya, dagig bebek yang dapat diolah menjadi bebek goreng atau panggang, bulu dapat diolah menjadi kerajinan tangan dan  kotoran bebek dapat dijadikan pupuk.(234-dari berbagai sumber)