Budidaya Merpati, Cara Mudah Menjemput Rezeki

Senin, 30 November 2020, 19:45 WIB

Burung merpati banyak dibudiayakan di Indonesia. Memiliki beragam manfaat terutama untuk manusia dan lingkungan. | Sumber Foto:Dok AGRONET

AGRONET --  Burung merpati merupakan salah satu jenis komoditas ternak yang cukup diminati di pasaran. Tidak hanya sebagai hewan peliharaan namun juga kerap dijadikan sajian menu pada beberapa rumah makan dan restoran. Bahkan menu sajian ini kerap menjadi menu andalan dan unggulan.

Di masyarakat Indonesia sendiri burung merpati dan burung dara kerap disamakan. Hal ini memang benar, baik merpati ataupun dara merupakan burung dengan jenis yang sama, namun hanya berbeda dari segi penyebutannya saja. Burung merpati merupakan sebutan untuk burung yang berukuran besar, sedangkan burung untuk burung yang berukuran lebih kecil.

Daging burung merpati sendiri dipercaya memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Selain memiliki kandungan protein yang tinggi daging burung ini juga memiliki kandungan mineral yang pastinya dapat menggantikan konsumsi terhadap daging jenis lainnya.

Jenis-jenis Burung Merpati

Burung merpati yang juga sering disebut burung dara ini, memiliki nama latin Columbidae. Namun, perlu kamu ketahui juga bahwa jenis-jenis dari burung merpati sangat beragam. Beberapa jenis merpati :

  • Merpati Carrier= Burung merpati ini memiliki ciri fisik dengan tinggi badan 45-48 cm dengan berat 500-600 gram.
  • Merpati Carneau= Burung merpati ini memiliki berat hingga 1 kilo gram
  • Merpati Strasser= Burung merpati ini memiliki banyak warna dibalik tubuhnya yang putih.
  • Merpati Mindaine= Burung merpati ini memiliki keturunan Prancis dan Italia.
  • Merpati Kipas= Burung merpati ini memiliki bentuk ekor seperti kipas.
  • Merpati Jabobin= Burung merpati ini memiliki bulu di sekitar kepala dan terlihat seperti topi.
  • Merpati Frillback= Burung merpati ini memiliki bulu ikan di bagian badan dan sayap.
  • Merpati Stropper= Burung merpati ini memiliki tembolok berukuran besar.
  • Manfaat Budidaya Burung Merpati

Sering dijadikan simbol cinta pada acara-acara pernikahan, burung yang banyak dibudiayakan di Indonesia ini ternyata memiliki beragam manfaat terutama untuk manusia dan lingkungan. Maka tak heran, jika banyak orang yang melakukan budidaya ternak burung merpati. Berikut manfaat dari burung merpati:

  1. Sebagai hewan peliharaan.
  2. Kotorannya bisa dijadikan sebagai pupuk. Pasalnya, kotoran merpati disebut-sebut memiliki kualitas yang baik dibandingan dengan pupuk kandang lainnya.
  3. Sebagai pengirim pesan atau surat sejak zaman dulu, karena burung merpati dikenal dengan kecerdasannya.
  4. Bermanfaat untuk kesehatan tubuh jika dikonsumsi.
  5. Kandungan Serta Manfaat Burung Merpati 

Daging burung merpati sendiri memiliki rasa yang gurih dan lezat, yang dimana dalam daging merpati terdapat kandungan protein sebanyak 35,8% lebih tinggi ketimbang dengan ayam yang hanya 20%, sapi 19,2?n burung puyuh 21,1%. Dalam 100 gram daging merpati, sekiranya terdapat 129 kalori; 3,35 gram lemak, 5 mg kalsium, dan 2,5 mg zat besi.

Karena dagingnya kaya akan protein dan mineral yang tinggi, maka daging merpati sangat baik jika dikonsumsi, karena sangat bermanfaat bagi tubuh dalam menjaga kesehatan, organ tubuh dan darah, seperti:

  • Membantu mengoptimalkan fungsi hati dan ginjal
  • Membantu menurunkan tekanan darah
  • Membantu meningkatkan memori
  • Membantu mengatur kadar gula darah
  • Membantu meningkatkan kecerdasan otak dan masih banyak lagi.

Budidaya Burung Merpati 

1. Menyiapkan Kandang

Langkah budidaya burung merpati pertama yang harus dlakukan adalah mempersiapkan kandang terlebih dahulu. Kandang diperlukan untuk memudahkan melakukan perkembangbiakan burung merpati. Tidak sembarang membuat kandang, kita harus memperhatikan desain kandang yang akan dibuat.

Kandang burung merpati dibuat dengan desain dan rincian sebagai berikut:

  • Memiliki ukuran yang cukup luas, karena burung merpati senang hidup berkelompok dalam satu kandang. Idealnya memiliki panjang 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 35 cm.
  • Desain atau bentuk kandang, bisa dibuat seperti kandang ayam.
  • Untuk material kandang, kamu bisa menggunakan kayu atau baja ringan. Di setiap sisinya, kamu bisa menggunakan jaring besi dan papan.
  • Usahakan, kandang merpati dibuat menghadap ke timur, agar kandang bisa mendapatkan sinar matahari pagi.

2. Pembibitan

Dalam budidaya ternak burung merpati, hal mempersiapkan bibit unggul juga diperlukan. Kamu harus memilih indukan jantan dan betina yang berkualitas, produktif dan mampu menghasilkan anakan, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Indukan merpati harus lincah, sehat dan berukuran besar.
  • Berusia 7 bulan ke atas.
  • Indukan harus memiliki bulu yang bagus, bagian ujung sayapnya tidak melorot dan memiliki ketangkasan yang kuat.

3. Sanitasi Lingkungan 

Agar budidaya ternak burung merpati berjalan mulus dan menghasilkan anakan yang bagus, perlu diperhatikan kebersihan, serta menjaga sanitasi lingkungan kandang dan sekitarnya. Pasalnya, kandang yang kotor dapat mendatangkan berbagai penyakit.

Maka dari itu, sediakan alas, agar kotoran dalam kandang bisa dibersihkan dengan mudah. Kandang juga sebaiknya sering dikenakan sinar matahari, agar tetap kering dan terjaga kelembabannya.

4. Perjodohan dan Perkawinan 

Tahap budidaya burung merpati selanjutnya adalah dengan melakukan perjodohan dan perkawinan. Caranya, kamu bisa meletakan kedua merpati (betina dan jantan) di dalam satu kandang. Jika mereka berdua menunjukan tanda-tanda adanya kedekatan, baru selanjutnya kamu bisa melakukan perkawinan.

Dalam proses perkawinan, biasanya burung merpati melakukan perkawinan pada malam hari, setelah itu pada siang hari keduanya dijemur dan dimasukan kembali ke dalam kandang, sehingga, di malam harinya mereka bisa kawin kembali. Keesokan harinya, mereka dijemur kembali dan dikembalikan ke kandang.

Biasanya, perkawinan burung merpati akan dilakukan selama 2-3 hari, dan jika perkawinan berhasil merpati betina akan memberikan tanda-tanda akan bertelur. Tidak hanya itu, keberhasilan perkawinan juga bisa dilihat dari kesuburan induk betina. Jika merpati betina sedang dalam masa subur, maka tingkat keberhasilan perkawinan akan semakin besar.

5. Penetasan dan Pengeraman Telur 

Dalam budidaya burung merpati, harus diperhatikan juga tanda-tanda merpati akan bertelur. Merpati biasanya akan menghasilkan sebanyak 2 butir telur, lalu telur harus ditempatkan di dalam kandang untuk langsung dierami oleh sang induk.

Untuk waktu pengeraman, merpati biasanya membutuhkan waktu 19-22 hari. Agar, telur bisa aman sebaiknya disiapkan jerami kering di dalam kandang. Dalam proses penetasan, kamu juga harus memperhatikan suhu dan kelembaban kandang.

6. Pemberian Pakan

Budidaya selanjutnya adalah melakukan pemberian pakan terhadap indukan, serta anak-anak merpati yang sudah menetas. Merpati dapat diberikan pakan berupa pelet, dengan waktu sebanyak 2 kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari.

Selain pelet, merpati juga bisa diberikan pakan berupa kacang tanah, kacang hijau atau miller. Untuk memberikan asupan kalsium sekaligus mineral, merpati juga dapat diberikan pakan berupa grit. Grit merupakan makanan merpati yang dibuat dengan campuran bata merah, arang dan grit putih yang dihaluskan. Komposisinya 40:40:20.

7. Pemeliharaan Piyik

Setelah telur merpati menetas, kita juga harus melakukan pemeliharaan terhadap anak-anak merpati. Anak merpati yang baru menetas, biasanya tetap dibiarkan bersama induknya. Setelah 1 bulan, baru anak burung merpati atau piyik bisa dipisahkan. Namun, jika tetap ingin digabungkan, sebaiknya gabungkan piyik bersama induk betina saja.

Piyik, baru bisa diberikan makan sesuai dengan ukuran dan kebutuhan. Jika piyik tadi sudah bertumbur besar, kira-kira berumur 7-9 bulan, mereka sudah bisa dijual atau dikonsumsi. Bagaimana, sangat mudah bukan, cara budidaya ternak burung merpati di atas?

Itulah beberapa langkah budidaya ternak burung merpati yang bisa diterapkan sebagai usaha sampingan yang menguntungkan. (234)

BERITA TERKAIT