Swasembada Semen Beku, BIB Lembang Optimis Populasi Sapi Meningkat

Kamis, 15 Maret 2018, 13:58 WIB

Laboran BIB Lembang sedang menghitung semen sebelum dibekukan (racking straw) | Sumber Foto:Dokumen BIB Lembang

AGRONET – Masyarakat tidak banyak mengetahui bahwa Indonesia sudah berswasembada benih semen beku.  Mani pejantan ternak terpilih yang diencerkan sesuai prosedur dan dibekukan pada suhu minus 196° Celcius atau lebih populer dengan sebutan semen beku tidak hanya telah dikembangkan di tanah ari, namun juga telah menembus pasar internasional.  Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Ir.Tri Harsi, MP menyampaikan, “Semen beku produk BIB Lembang mempunyai daya saing yang kuat karena dipanen dari pejantan berkualitas internasional.”

Pernyataan Kepala BIB Lembang diakui oleh Asep, peternak sapi Cimahi, Jawa Barat.  Asep kini memiliki anak sapi kembar - upin ipin - hasil teknologi inseminasi buatan (IB) menggunakan semen dari BIB Lembang.  Tidak hanya Asep, banyak lagi peternak yang merasakan manfaat dari kualitas semen BIB Lembang.

Kepercayaan peternak lokal pada BIB Lembang membuat BIB Lembang kian percaya diri untuk terus melangkah.  Tercatat sejak Tahun 2012 BIB Lembang sudah mampu mengekspor semen beku sapi ke Malaysia menyaingi negara produsen ternama, seperti Amerika Serikat dan Selandia Baru.  Sasarah BIB Lembang selanjutnya mampu mengekspor semen beku ke Madagaskar.

Kunci keberhasilan BIB Lembang dalam menyediakan semen beku berkualitas terletak pada manajemen pemeliharaan pejantan yang prima.  Setiap pejantan mendapatkan pengawasan yang ketat terkait pakan, perawatan dan penanganan kesehatannya. Semen diproses dengan menggunakan teknologi Perancis dan Jerman. Semen beku BIB Lembang juga telah memiliki sertifikat Standarisasi Nasional Indonesia (SNI).

Semen beku yang diproduksi BIB Lembang pada tahun 2017 berasal dari 178 ekor ternak dengan total produksi sebanyak 1.989.582 dosis. Semen tersebut berasal dari Sapi eksotik (Simental, Limousin, Angus). Sapi lokal (Ongole, Brahman, Madura,  Aceh, Pasundan). Semen beku Sapi Perah (FH).  Kerbau, kambing (PE, Boer, Saanen), dan domba (Garut, Ekor Gemuk).

BIB Lembang menggunakan dua pola distribusi semen beku untuk mempermudah pelayanan terhadap masyarakat. Pertama adalah hibah semen beku dan kerja sama. Kedua adalah penjualan langsung dan penjualan melalui e-catalog. Sejak tahun 2015 BIB Lembang sudah melakukan penjualan on line. Penjualan semen beku melalui (e-purchasing/e-catalog) diperuntukkan bagi Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota yang membidangi fungsi peternakan. Pembelian langsung ke BIB Lembang tanpa melalui pihak ketiga (rekanan) sehingga harga lebih murah serta mengurangi pengeluaran negara.

Kemudahan distribusi semen beku juga diimbangi dengan ketersediaan semen beku.  Kepala Seksi Jasa Produksi BIB Lembang, Lina Widyawati, S.Pt, MS memastikan persediaan semen beku sangat mencukupi kebutuhan.  Stok semen beku pada akhir Tahun 2017 sejumlah 1.901.592 dosis dan target Tahun 2018 BIB Lembang memproduksi sebanyak 1.940.000 dosis.

Dari angka tersebut sebanyak 2.238.665 dosis semen beku menjadi target distribusi BIB Lembang untuk kegiatan Upaya Khusus Sapi/Kerbau Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) Tahun 2018. Prestasi BIB Lembang di Tahun 2017 telah berhasil mensuplai semen beku sebanyak 3.263.063 dosis (60 persen dari kebutuhan semen beku nasional). Sumbangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang telah direalisasikan oleh BIB pada tahun 2017 sebesar Rp 22.109.593.833,-.

BIB Lembang sebagai Unit Pelayanan Terpadu (UPT) yang berada di bawah naungan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian mempunyai tugas pokok dan fungsi memproduksi dan mendistribusikan semen beku.  BIB Lembang bersama Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Jawa Timur menjadi tulang punggung produsen semen beku  dalam program UPSUS SIWAB untuk distribusi semen beku sebanyak 5 juta dosis. Tanpa semen beku program IB ini tidak akan berhasil.

Terpenuhinya kebutuhan semen beku  ke semua wilayah, diharapkan dapat mendongkrak populasi sapi nasional dengan teknologi inseminasi buatan (IB).  Dengan berjalannya program UPSUS SIWAB, percepatan peningkatan populasi sapi di Indonesia dapat segera terwujud.  Populasi sapi yang meningkat menjadi cita-cita bangsa Indonesia menuju Swasembada sapi/ternak. Demi terwujudnya hal tersebut perlu partisipasi dan keaktifan semua pihak. Berkarya, berkarya, dan berkarya adalah bukti bakti kami bagi negeri. Bravo BIB Lembang!!!! (Eros Sukmawati/269)

BERITA TERKAIT