Bahkan di Candi Penataran, bukti menunjukkan bahwa tebu menjadi bagian dari sejarah tua Blitar.

Kisah Tebu yang Memaniskan Sejarah Blitar

Senin, 20 Februari 2023, 22:42 WIB

PT Rejoso Manis Indo di Blitar | Sumber Foto:Dok.RMI

AGRONET – Blitar di Jawa Timur menjadi satu noktah penting dalam sejarah gula tebu Indonesia. Industri yang berkembang sejak zaman kolonial ini sempat meredup. Namun, kini Bliar kembali manis dengan hadirnya sebuah pabrik gula berteknologi kekinian, PT Rejoso Manis Indo (RMI).

Industri gula di Blitar mulai mekar pada era kolonial awal abad ke-19. Sisa-sisa kejayaan pabrik gula di Blitar masih dapat ditemui. Pabrik dengan dinding bangunan yang tebal dan rel baja yang yang sebagian tertutupi tanah menjadi saksi sejarah manis wilayah Blitar. Dulu, rel tersebut adalah jalur trem pengangkut tebu dari perkebunan dan persawahan menuju pabrik.

Dahulu, pabrik gula di Blitar dapat ditemukan di Garum, Srengat, dan Wonodadi. Pengelola pabrik gula di era Pemerintah Hindia Belanda saat itu dapat memanfaatkan dengan baik kesuburan tanah di wilayah Blitar dengan tanaman tebu. Tanah dengan nutrisi tinggi menghasilkan tebu berkualitas yang memiliki kandungan gula tinggi.

Blitar telah dikenal sebagai wilayah pertanian dan perkebunan sejak zaman kuno jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa. Sejumlah prasasti yang dibuat pada era Mataram Kuno menyebut kesuburan tanah dan kemajuan pertanian di Blitar.

Bahkan di Candi Penataran misalnya, bukti menunjukkan bahwa tebu menjadi bagian dari sejarah tua Blitar. Laman Kemendikbud di Museum Penataran kini bahkan menyimpan aneka artefak termasuk alat penggilingan tebu kuno.

 

Bermula di Rejoso

Industri gula kini menggeliat kembali di Blitar. Semua ini bermulai di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun. Setelah melalui kajian kelayakan selama beberapa tahun, pabrik gula milik PT RMI mulai dibangun 9 September 2017.

Peletakan batu pertama itu menandai dimulainya pembangunan pabrik gula senilai sekitar Rp 3 triliun. Pabrik dibangun di lahan sekitar 25 hektare. Perusahaan ini ditopang sebuah perusahaan joint venture yang menghadirkan Grup Mitr Phol, induk usaha asal Thailand yang merupakan produsen gula terbesar di Asia.

PT RMI menyebutkan bahwa mereka menggunakan mesin yang modern dan kekinian. Kini, pabrik gula ini memiliki daya serap terpasang sebesar 10.000 ton tebu per hari (TCD). Mereka siap membuat Blitar manis kembali. *