Hilirisasi tidak selalu berbanding lurus dengan pabrikasi.

Gula Aren Cair Sumut Sukses Tembus Pasar Global

Selasa, 05 September 2023, 11:18 WIB

Proses penyadapan nira untuk membuat gula aren. (ilustrasi) | Sumber Foto:Aulia/Wikimedia

AGRONET -- Gula aren cair asal Sumatera Utara (Sumut) berhasil menembus pasar ekspor Malaysia, Kazakhstan, Thailand, Belanda hingga Jepang, serta berpartisipasi pada pameran di Arab Saudi. Gula aren cair ini memiliki potensi yang sangat menjanjikan, terbukti Puri Food & Healthy meraih omset 800 juta setahun.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong pelaku usaha perkebunan agar membuat terobosan atau berinovasi ciptakan produk turunan yang lebih beragam, pengembangan produk turunan yang bernilai tambah dan berdaya saing. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta mengembangkan pertanian dan perkebunan yang maju, mandiri, dan modern.

“Pekebun perlu didorong dari on farm menuju off farm melalui hilirisasi produk perkebunan untuk memberikan nilai tambah yang dapat meningkatkan kesejahteraannya," kata Syarul dalam siaran pers Kementerian Pertanian RI, Selasa (4/9/2023). Ia mengatakan perlu kerja sama antara pekebun dengan UMKM untuk mengakselerasi hilirisasi produk perkebunan.

Kementerian Pertanian mendukung hal tersebut, menggerakkan jajarannya khususnya Ditjen Perkebunan. Tujuannya untuk meningkatkan produk potensial yang perlu dibina dan membantu UMKM yang membutuhkan bahan baku atau ekspansi. 

Pendiri Puri Food & Healthy Putri Nasution mengatakan, potensi gula aren cair sangat besar dan menjanjikan. Putri juga berprofesi sebagai dosen Bahasa dan Kewirausahaan di Universitas Sumatera Utara dan Universitas Potensi Utama. Namun, ia tetap berusaha dan menjaga komitmen menekuni bisnis ini.

"Kami sampai melakukan uji coba berkali-kali untuk menghasilkan gula aren cair yang berkualitas, dan memiliki cita rasa yang khas, agar diminati konsumen dalam negeri maupun luar negeri," kata Putri.

Ia memborong banyak prestasi sejak merintis usaha gula aren pada 2021. Kini produk gula aren cairnya sudah tersebar di berbagai supermarket atau swalayan, market place hingga toko cinderamata di Medan Sumut.

Menurut Putri, produksi bisa mencapai sekitar 1.500 sd 2.000 botol aren cair (500 ml). Produk aren ini memasok kebutuhan sekitar 50 pasar swalayan di wilayah Sumatera Utara, direncanakan juga akan masuk ke dunia perhotelan.

Ia bekerja sama dengan para pekebun aren untuk memperoleh bahan bakunya. Semakin banyak permintaan aren cair, diharapkan bahan bakunya dapat terus aman ketersediaannya.

“Biasanya untuk memproses aren cair ini membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam. Kami rutin melakukan kontrol dan memastikan cara pengolahan sesuai, sehingga rasa dan kualitas setiap botol aren cair tetap memiliki ciri khas yang sama, tidak merubah rasa dan stabil," kata Putri.

"Kami juga berupaya menjaga kualitas produk agar tidak mengkristal dan berbuih. Gula aren cair milik kami dijamin murni nira tanpa campuran air, tidak menggunakan bahan kimiawi dan bermanfaat bagi tubuh. Produk herbal ini lebih efisien, bisa mempermudah ibu-ibu ketika mengolah makanan maupun minuman dan lebih praktis,” tambahnya.

Putri mengaku gula aren cair miliknya ini pernah ditampilkan di Pameran Perda Pulau Pinang Malaysia pada September 2021 dan September 2022. Puri Food & Healthy juga sudah tergabung di Wirausahaan Club Usaha Rissmart Enterprise, dan market place Kuala Lumpur.

Selain itu, gula aren cair ini juga pernah menjadi Juara 1 produk ekspor Kota Medan pada Mei 2022. “Ke depannya, kami akan ekspansi aren cair ke bentuk saset dan produk gula semut," katanya.

"Dengan adanya sinergi dari pemerintah pusat khususnya Kementerian Pertanian Ditjen Perkebunan, mitra usaha dan petani milenial, dengan didukung teknologi dan inovasi yang mumpuni, diharapkan ke depannya aren dapat terus dikembangkan sehingga bahan baku tetap tersedia, semakin luas akses pasarnya, dan bisa terus tembus ke pasar global serta tentunya mensejahterakan petani Indonesia,” tambahnya.

Putri menambahkan, ia juga melakukan pelatihan wirausaha khususnya terkait bisnis aren cair, kepada para petani dan anak muda di lingkungan sekitar. Sebagai Pendamping Wirausaha Muda sejak 2022, Putri turut mengedukasi anak muda agar ada kemauan atau termotivasi menggeluti usaha di bidang perkebunan dan menciptakan lapangan kerja.

"Tentu dibutuhkan komitmen, ketekunan yang kuat dan inovasi serta kreatifitas karena pengolahan aren tidaklah mudah, harus dijaga kualitasnya supaya tidak berbuih dan mengkristal, serta aman untuk dikonsumsi," katanya.

Pentingnya perbaikan budi daya

Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah mengatakan dengan semakin berkembangnya hasil olahan atau produk turunan aren, maka kebutuhan bahan baku perlu disoroti, budi daya perlu diperbaiki, dan pemeliharaan tanaman harus kontinyu dilakukan. Hal itu untuk menjamin pasokan atau bahan baku tetap tersedia. Selain itu juga butuh teknologi yang bisa konstan dalam mengembangkan aren ini, sehingga produk turunannya bisa berkelanjutan.

"Karena setelah ada produk turunan, pekebun juga diuntungkan, selain dapat menciptakan lapangan kerja, petani mendapat nilai tambahnya, dan berdampak positif pada pendapatan," katanya.

Andi Nur menambahkan, Ditjen Perkebunan akan terus mendorong dan memotivasi pekebun. Salah satunya dengan pembinaan dan mengedukasi para pekebun agar terus menjaga produksi dan produktivitas beserta turunannya, meningkatkan kualitas hasil yang bermutu, bernilai tambah dan berdaya saing.

Teknologi tentu dibutuhkan, tetapi juga tidak melupakan kearifan lokal. Contohnya pada gula aren cair ini, hilirisasi tidak selalu berbanding lurus dengan pabrikasi, pengolahan masih menggunakan cara tradisional.

Dengan menggunakan produksi kearifan lokal, gual aren justru berhasil diekspor dan bisa menjaga kualitas cita rasa produk terjamin dan bermutu.

Pemerintah juga meminta agar UMKM menggunakan jejaring sosial, platform medsos atau market place dengan didukung digitalisasi untuk memasarkan produk turunannya agar lebih dikenal masyarakat luas hingga pasar global. (tar)