Pasar global akan mengalami defisit untuk enam tahun berturut-turut.

Alvean: Dunia Defisit Gula 5,4 Juta Ton Musim Mendatang

Rabu, 06 September 2023, 10:26 WIB

Gula | Sumber Foto:Pixabay

AGRONET -- Perusahaan dagang gula terbesar di dunia memprediksi pada musim mendatang pasar global akan mengalami defisit untuk enam tahun berturut-turut. Penyebab utamanya adalah prospek buruk panen di India yang akan menurunkan stok gula global.

“Dunia akan hampir kehabisan gula,” kata Mauro Virgino, kepala divisi intelijen perusahaan dagang Alvean yang dimiliki produsen Brasil Copersucar SA, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (6/9/2023).

Virgino mengatakan cuaca ekstrem di India mungkin akan menghalangi pemasok gula nomor dua di dunia itu mengirimkan gula ke luar negeri untuk musim gula yang dimulai pada bulan Oktober. Ia menambahkan curah hujan yang di bawah rata-rata pada musim hujan juga mungkin akan menghalangi petani India untuk menanam tebu, sehingga merugikan produksi di masa depan.

Alvean juga memperkirakan akan ada kesulitan di Thailand, eksportir utama lainnya, karena keuntungan yang lebih tinggi dari menanam singkong akan terus mendorong petani menjauhi tebu.

Virgino mengatakan pasar global akan mengalami defisit 5,4 juta metrik ton gula pada musim mendatang. Defisit ini lebih tinggi dari defisit musim ini yang mencapai 1 juta ton. Ini akan menandai tahun keenam kekurangan tersebut.

Menurut Virgino, ketatnya pasokan akan semakin menyusutkan persediaan sehingga membuat ukuran stok hingga konsumsi turun ke tingkat yang serupa dengan tahun 2011. Pada saat itu, harga gula mentah berjangka melonjak ke level tertinggi dalam tiga dekade.

Ancaman kelangkaan global masih membayangi bahkan ketika pemasok utama Brasil terus meningkatkan produksinya. Pada musim ini dan musim depan produksi gula Brasil diperkirakan mendekati 40 juta ton hampir tembus rekor.

“Brasil melakukan tugasnya dengan baik dalam memasok pasar global, namun satu negara tidak dapat melakukan hal tersebut,” kata Virgino.