Produksi India Berkurang, Harga Gula Dunia Merangkak Naik

Kamis, 25 Januari 2024, 09:45 WIB

Tebu | Sumber Foto:Sarah&Jason/Wikimedia

AGRONET – Harga gula pada Rabu (24/1/2024) merangka naik, meneruskan tren sehari sebelumnya. Kecenderungan ini menunjukkan harga masih terus tinggi selama tujuh pekan terakhir.

Menurut Nasdaq, Indian Sugar Mills Association (ISMA) melaporkan bahwa produksi gula India pada 2023/2024 periode Oktober-15 Januari berkurang 5,3 persen year on year. Kekurangan ini menyebabkan produksi menjadi 14,95 juta metrik ton.  

Kenaikan harga gula juga dipengaruhi oleh tanda-tanda bahwa India akan terus melarang ekspor gula ke pasar dunia. Pasokan gula global akan terus ketat setelah India mengumumkan pengurangan 50 persen pajak untuk ekspor molases dari gula rafinasi.

ISMA memperkirakan, produksi gula India pada 2023/2024 sebesar 32,5 juta metrik ton. Angka ini turun 11,2 persen dari semula yang sebesar 36,6 juta metrik ton pada 2022/2023. India adalah produsen gula terbesar kedua di dunia.

Sementara Thai Sugar Millers Corp pada 1 November lalu memperkirakan, produksi gula pada 2023/2024 merosot 36 persen year on year. Ini adalah produksi terendah dalam 17 tahun terakhir.  Salah satu penyebabnya adalah kekeringan parah. Thailand adalah produsen gula terbesar dunia nomor tiga dan eksportir gula terbanyak nomor tiga di dunia.

Faktor bullish yang mempengaruhi komoditas gula adalah pola cuaca El Nino yang mampu mengganggu produksi gula global. Pola ini menyebabkan hujan deras di Brasil namun membuat India kekeringan. Sebelumnya, El Nino menyebabkan kekeringan ladang tebu Asia pada 2015 dan 2016, sehingga menyebabkan harga gula melejit.

Harga gula 2023/2024 akan cukup tertolong oleh produksi gula Brasil yang naik. Pada 11 Januari, Unica melaporkan bahwa produksi gula di Brasil wilayah tengah dan selatan naik 35.6% year on year pada pertengahan Desember lalu. Brasil mengekspor 3,7 juta metrik ton gula pada November lalu, mencatat angka tertinggi pada bulan yang sama. (yen)