Lewat MBKM, Mahasiswa Polbangtan Kementan Edukasi Petani di Maros

Selasa, 11 Juni 2024, 11:37 WIB

Edukasi terkait teknik pembuatan pupuk kompos kepada petani kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, (10/6/24) | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari Kementerian Pertananian (Kementan) salurkan edukasi terkait teknik pembuatan pupuk kompos kepada petani kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, (10/6/24).

Kegiatan tersebut dalam rangka memberikan kontribusi pada kemajuan sektor pertanian melalui penguatan kompetensi petani tentang cara pembuatan pupuk organik yang tepat agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi pertanian.

Sebagaimana dikatakan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bahwa mahasiswa pertanian memiliki peranan penting dalam mewujudkan Indonesia lumbung pangan dunia 2045.

“Di negara ini banyak perubahan terjadi karena peran mahasiswa, gerakan mahasiswa memiliki peran penting dalam membuat perubahan,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengapresiasi langkah yang dilakukan mahasiswa dalam mengedukasi petani.

“Mahasiswa sudah seharusnya menjadi motor penggerak dalam pembangunan pertanian. Pertanian sangat terbuka untuk semua usia. Semakin muda, semakin kuat, semakin enerjik, semakin kritis, makin apik kerjanya. Pertanian dengan semangat baru harus digiatkan. Seperti membangun perilaku baru dan behaviour anak muda untuk mendapatkan pendapatan yang jauh lebih baik dari bidang pertanian.” tutur Dedi.

Pentingnya pemanfaatan pupuk kompos menjadi solusi yang tepat dalam pengelolaan limbah rumah tangga dan pertanian, menjadi point utama yang dilakukan dalam mendorong masyarakat menghasilkan pupuk organik sendiri.

Wiana Sarira, Mahasiswa Polbangtan Manokwari yang melakukan kegiatan penyuluhan pemanfaatan pupuk kompos menyatakan bahwa topik yang diangkat berdasakan hasil Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) dan mencari permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat. Hal ini akan membantu mereka untuk memberikan solusi yang tepat serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Melalui kegiatan pembuatan pupuk kompos ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan produktivitas pertaniannya dan mengurangi dampak limbah terhadap lingkungan,”ungkapnya

Pupuk kompos dibuat dari dekomposisi sisa-sisa organik seperti daun, ranting, sampah dapur, kotoran sapi dan lainnya yang diolah melalui proses pengomposan dengan bantuan mikroba dan cuaca.

Keunggulan penggunaan pupuk kompos adalah mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen serta memperbaiki kualitas tanah secara menyeluruh. Oleh sebab itu, kegiatan pembuatan pupuk kompos menjadi hal penting dan perlu diberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

Pupuk organik yang dihasilkan dari proses pengomposan bisa digunakan untuk keperluan pertanian dan dapat membantu petani dalam mengurangi biaya produksi. Selain itu, pengaplikasian pupuk kompos juga dapat membantu dalam menjaga kesuburan tanah karena pupuk kompos dapat memperbaiki struktur dan kandungan nutrisi tanah.

 

Sumber :

Kementerian Pertanian