Pacitan Panen Raya Jagung

Jumat, 01 Maret 2019, 20:36 WIB

Panen jagung bersama Kementerian Pertanian dan Bupati Pacitan beserta jajarannya di Desa Ploso, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan Jawa Timur | Sumber Foto:BKP Kementan

AGRONET--Panen raya jagung juga dinikmati oleh petani di Pacitan, Jumat (1/3). Perkiraan luas panen jagung Bulan Februari hingga Maret Kabupaten Pacitan mencapai 12.824 hektare (ha). Tercatat hingga akhir Februari lalu panen sudah mencapai 7 ribu ha dan sisanya sekitar 5 ribu ha akan habis dalam 2 minggu ke depan.

Provitas rata-rata 6-7 ton/ha, diprediksi saat panen raya tersedia jagung sekitar 70 ribu ton. Tak seperti petani jagung daerah lain, para petani jagung Pacitan malah merasa cemas lantaran harga yang kurang bersahabat. Harga jagung pipil kering dua pekan lalu masih berkisar Rp. 3.600 hingga 3.800 per-Kilogram (Kg), namun saat panen raya malah turun diangka Rp. 3.200 sampai 3.300 per-Kg.

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Andriko Noto Susanto menyoroti keadaan tersebut, "Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan harga acuan pembelian pemerintah di tingkat produsen dan konsumen melalui Permendag 96/2018 untuk menjaga stabilisasi harga dan pasokan pangan.” Harga acuan jagung pipil kering ditingkat petani ditetapkan Rp. 3.150 per-Kg, sedangkan ditingkat konsumen (pabrik pakan) Rp 4.000 per-Kg.

Kebijakan tersebut direspon positif oleh Bupati Pacitan, Indartato. Mewakili para petani dirinya mengarapkan stabiltas harga jagung. Saat panen raya juga dilakukan transaksi pembelian jagung milik kelompok tani sebanyak 300 ton dengan harga Rp 3.200per-kg oleh gapoktan yang bergerak diusaha perdagangan jagung.

Hal yang sama juga saat panen jagung di Desa Ploso Kecamatan Tegalombo sehari sebelumnya dilakukan transaksi pembelian jagung milik kelompoktani 300 ton dengan harga Rp 3.400 per-Kg. Agar pendapatan petani bisa optimal, diharapkan petani melalui poktan/gapoktan menjual langsung ke pabrik pakan mengingat margin yang cukup besar.

Andarko menyarankan agar petani melalui poktan/gapoktan menjual jagung hasil panen langsung ke pabrik pakan agar pendapatannya bertambah. Hal ini karena perbedaan harganya tinggi antara harga di petani dengan di pabrik pakan, sekitar Rp 700-800 per-Kg.

Selain itu Bulog sebagai wakil pemerintah juga harus hadir ditengah-tengah petani, khususnya saat panen raya yang berpotensi harga jatuh. Acara panen jagung ini juga dihadiri Wakil Bupati, Ketua Komisi IV DPRD, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Kepala Dinas, Kasubdivre Bulog Ponorogo, Dandim Pacitan, Kapolres Pacitan, Camat Punung, Kepala Desa, serta petani masyarakat Desa Ploso. (BKP Kementan/269).