BPK Dorong Kementan Tingkatkan Dana Riset

Jumat, 14 Juni 2019, 01:49 WIB

Anggota BPK, Rizal Djalil, menyerahkan laporan hasil pemeriksaan keuangan Kementan 2018 oleh BPK kepada Mentan, Andi Amran Sulaiman. | Sumber Foto: Kementan

AGRONET -- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendorong Kementerian Pertanian dalam peningkatan anggaran riset dan pengembangan pertanian. Peningkatan anggaran itu dinilai penting karena Indonesia akan berkompetisi dengan pasar global yang sangat ketat. Dengan kemajuan riset, kualitas produk-produk pangan bisa menjadi lebih kompetitif di pasar internasional.

"Dengan kemajuan riset, produk-produk pangan yang selama ini sudah bagus dapat lebih ditingkatkan. Kami optimistis, produk pertanian Indonesia bisa bersaing di tingkat global," ungkap Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil, di Gedung Kementan, Jakarta, Rabu (12/6).

Selain peningkatan dana riset, BPK juga merekomendasikan kepada Kementan terkait penganggaran untuk memperbaiki data pertanian. Data-data tersebut seperti data penepatan petani yang memperoleh subsidi pupuk, data luas lahan, luas panen, dan data lainnya.

Pada kesempatan yang sama Rizal memberikan apresiasi karena Kementan berhasil dalam pengadaan bahan pangan terutama menjelang hingga sesudah Lebaran sehingga tidak terjadi gejolak harga pangan. Selain itu secara kuantitas Kementan berhasil meningkatkan daya beli petani secara signifikan. 

Lebih lanjut, ia menegaskan untuk merealisasikan anggaran Kementan tentu tidak mudah. Apalagi anggaran ini terkait dengan upaya mensejahterakan masyarakat. Kementan juga harus bermitra dengan pemerintah daerah mulai dari pemerintah provinsi sampai ke kabupaten/kota.

"Untuk mengelola anggaran dan aset yang sangat besar tidak mudah. Tapi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mampu mengelolaanya dengan sangat baik. Tiga tahun berturut-turut mampu meraih WTP," tegas Rizal.

Kementan kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2018 oleh BPK. Opini WTP ini diraih Kementan secara berturut dalam tiga tahun terakhir yakni sejak 2016 hingga 2018. (591)