Kementan Sosialisasikan Regulasi Hijauan Pakan Ternak

Kamis, 05 September 2019, 10:22 WIB

Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, saat membuka rapat sosialisasi regulasi pakan hijauan di Jakarta. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Pakan hijauan berkontribusi sekitar 60 persen dalam pengembangan usaha peternakan. Untuk itu, guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam maka perlu dilakukan sosialisasi regulasi tentang pengembangan dan manfaat hijauan pakan ternak (HPT).

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementan, I Ketut Diarmita, saat membuka rapat sosialisasi regulasi pakan hijauan di Jakarta (2/9). Dia mengatakan Kementan telah menerbitkan regulasi yang mengatur jenis komoditas binaan, pelepasan dan penarikan varietas tanaman pakan ternak, serta produksi, sertifikasi dan peredaran benih tanaman pakan ternak.

Lebih lanjut Ketut menjelaskan, ketersediaan pakan hijauan merupakan salah satu pondasi dalam mendukung upaya peningkatan produktivitas ternak terutama ternak ruminansia. “Sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan, sehingga dapat mendukung akselerasi penyediaan dan peningkatan produksi benih tanaman pakan ternak dalam mendukung program secara berkelanjutan," ujarnya.

Ketut menambahkan, sesuai keputusan Menteri Pertanian Nomor 141 tahun 2019 telah menetapkan jumlah komoditas yang menjadi binaan Ditjen PKH mencakup 75 jenis tanaman pakan ternak yang terdiri dari 42 jenis rumput dan 33 jenis leguminosa. Ditjen PKH sekaligus diamanatkan untuk melakukan pembinaan terhadap komoditas tanaman pakan ternak, serta menyiapkan regulasi pendukungnya.

Lebih lanjut, ujar Ketut, untuk menyediakan acuan operasionalisasi kegiatan bagi pelaku di lapangan, sebagaimana diamanahkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 tahun 2017 tentang Pelepasan Varietas Tanaman, juga telah diterbitkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4264 Tahun 2019, tentang Pedoman Teknis Pelepasan dan Penarikan Varietas Tanaman pakan ternak.

“Kita juga sudah menerbitkan regulasi pendukung lainnya. Saya berharap akan terjadi peningkatan produksi benih tanaman pakan ternak yang berkualitas oleh instansi pemerintah, swasta, maupun perorangan atau kelompok masyarakat secara berkelanjutan," katanya.

Ketut juga menjelaskan untuk perangkat dan infrastruktur sudah siap dan terus dibenahi, seperti Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan (BPMSP) Bekasi dan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT). "Kerjasama yang solid antara pemerintah pusat dan daerah serta produsen benih tanaman pakan ternak sangat dibutuhkan dalam upaya penerapan regulasi tersebut," pungkasnya. (591)