BKP Kementan Gelar Rakor Prognosa Pangan

Jumat, 04 Oktober 2019, 10:37 WIB

BKP Kementan gelar rapat kordinasi lintas sektor kementerian/ lembaga terkait dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperoleh dan menyepakati data terkini terkait produksi, stok/cadangan dan kebutuhan pangan pokok dan strategis antara lain beras, jagung | Sumber Foto:Dok BKP kementan

AGRONET --  Untuk membangun data prognosa produksi dan kebutuhan pangan yg lebih akurat, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian gelar rapat kordinasi lintas sektor kementerian/ lembaga terkait dan pemangku kepentingan lainnya.

Rapat kordinasi yang diadakan di Kantor BKP Jakarta pada Rabu (2/10) ini untuk memperoleh dan menyepakati data terkini terkait produksi, stok/cadangan dan kebutuhan pangan pokok dan strategis antara lain beras, jagung, gula pasir, dan minyak goreng.

Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Riwantoro mengungkapkan bahwa prognosa produksi dihitung berdasarkan angka sasaran produksi tahun 2019 dan dimutakhirkan secara berkala dengan memperhitungkan stok awal tahun.    

"Prognosa kebutuhan dihitung berdasarkan data dari berbagai sumber, seperti SUSENAS 2018, NBM 2018 serta kajian Ditjen teknis Kementerian Pertanian dan BPS" ungkapnya.

Riwantoro mengungkapkan harapannya agar pertemuan ini berkontribusi dalam penyediaan data terkini, baik dari sisi produksi maupun kebutuhan setiap komoditas.  

"Rapat kordinasi ini harus dilakukan secara berkala sehingga data yang dihasilkan selalu update dan akurat serta dapat dimanfaatkan lebih luas" ujar Riwantoro.

Selanjutnya Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri dalam paparannya menyebutkan bahwa berdasarkan perhitungan prognosa per Agustus 2019, terdapat 9 komoditas dalam kondisi surplus yakni beras, jagung, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras dan telur ayam ras. Sedangkan komoditas yang masih dalam kondisi defisit diantaranya kedelai, kacang tanah, bawang putih dan daging sapi/kerbau.(234)