Petani Berharap Mentan Baru Bisa Wujudkan Regenerasi Petani

Rabu, 23 Oktober 2019, 16:39 WIB

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (keempat dari kanan) saat mengunjungi kantor pusat Kementerian Pertanian di Jakarta, Rabu (23/10). Syahrul resmi menjabat sebagai mentan baru menggantikan Andi Amran Sulaiman. | Sumber Foto:Agronet/360

AGRONET – Presiden Joko Widodo (Widodo) telah memilih mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo sebagai menteri pertanian yang baru menggantikan Andi Amran Sulaiman. Para petani berharap, Syahrul bisa mewujudkan kebijakan yang telah dirintis mentan sebelumnya untuk meregenerasi petani.

Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat Entang Sastraatmadja mengatakan, regenerasi petani sangat penting di tengah perkembangan dan tantangan dunia pertanian nasional saat ini. Banyak sekali kaum muda yang ingin terjun berkiprah dalam usaha pertanian, namun mereka masih ragu terkait jaminan kesejahteraan ekonominya.

“Regenerasi petani inilah yang harus bisa diwujudkan. Kebijakannya sudah diawali menteri sebelumnya, tinggal menteri yang baru memberikan jaminan anak muda yang bekerja di usaha pertanian tidak akan sengsara,” kata Entang, Rabu (23/10).

Entang melanjutkan, bidang usaha pertanian nasional, terutama padi, masih banyak digeluti oleh para petani yang sudah tua. Jika kondisi tersebut tidak mendapatkan perhatian yang lebih, dikhawatirkan produksi pangan utama nasional akan terganggu. Sebab, profesi petani padi di masa mendatang akan jauh berkurang lantaran tidak dipersiapkan regenerasinya.

Padahal, seharusnya jumlah petani padi harus terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk yang diikuti dengan kebutuhan beras yang semakin tinggi. “Swasembada beras harus dijaga. Ini juga menjadi tugas utama Pak Syahrul Yasin Limpo,” ujar Entang.

Petani di Kampung Ciparay, Desa Dikahuripan, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Ridwan Kamil menyarankan kepada mentan yang baru agar memperbanyak fasilitasi dan pemberian akomodasi/bantuan kepada para petani muda. Dia mencontohkan anak-anak muda di kampungnya yang mempunyai semangat untuk melanjutkan usaha pertanian orang tuanya.

“Tapi kadang kalau cuma semangat, ya susah. Kita kepentok modal. Modalnya nggak harus uang, tapi alat-alat pertanian, benih, atau pupuk. Selama ini kalau ada bantuan nggak ke anak-anak muda dan biasanya yang dapat cuma kelompok (tani),” ujar Ridwan.

Saat mengunjungi kantor barunya usai dilantik presiden, Mentan Syahrul Yasin Limpo menegaskan siap bekerja sama dengan semua pihak untuk kemajuan pertanian nasional.

“Izinkan saya hadir di sini sebagai bapak, teman, saudara. Saya yakin kita bisa bekerja bersama-sama, tidak ada kelelahan yang terbayar dengan prestasi,” kata Syahrul di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Peraih penghargaan Bintang Mahaputera Utama di Bidang Pertanian itu optimistis pengalamannya di birokrasi pemerintahan, mulai dari lurah, camat, wakil gubernur, dan gubernur, bisa menopang kinerjanya di Kementerian Pertanian.

“Saya senang dan bahagia. Ini amanah dari Bapak Presiden, tidak boleh disia-siakan. Kerja adalah bagian dari ibadah kita,” ujar Syahrul yang didampingi para pejabat Eselon I Kementan. (360)