Dilan Kesmavet Jamin Keamanan Pangan Asal Hewan

Sabtu, 02 November 2019, 17:38 WIB

Acara Temu Teknis Pengawas Kesmavet sekaligus Launching Aplikasi Digital Pelayanan dan Pelaporan Keamanan Pangan Asal Hewan yang diberi nama Dilan Kesmavet, di Jakarta, Kamis (31/10). | Sumber Foto:Agronet/360

AGRONET -- Pangan Asal hewan yang beredar di masyarakat perlu mendapatkan pengawasan agar hak masyarakat mendapatkan pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) terpenuhi. Guna menjamin terlaksananya hak masyarakat tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) melakukan pengawasan teknis di sepanjang rantai produksi, mulai dari budidaya, pascapanen, distribusi, sampai peredaran dan pemasaran.

Direktur Kesmavet pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Syamsul Ma'arif mengatakan, pangan asal hewan memiliki nilai dan kualitas tinggi dan diperlukan bagi kehidupan manusia. Namun demikian, pangan asal hewan juga mempunyai sifat yang mudah rusak dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi makhluk hidup dan lingkungan apabila tercemar secara fisik, kimiawi, dan biologis. Dampaknya tentu saja bisa serius lantaran dapat menyebabkan gangguan kesehatan manusia.

"Sesuai amanat perundangan, hal ini menjadi kewajiban bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mengawasinya," ujar Syamsul pada acara Temu Teknis Pengawas Kesmavet sekaligus Launching Aplikasi Digital Pelayanan dan Pelaporan Keamanan Pangan Asal Hewan yang diberi nama Dilan Kesmavet, di Jakarta, Kamis (31/10).

Syamsul menjelaskan, pada era revolusi industri 4.0 saat ini diperlukan harmonisasi kebijakan dan sinergitas pengawasan dengan kementerian/lembaga/instansi lainnya mulai dari tingkat Pusat hingga daerah. Pemerintah tentunya harus lebih adaptif dan inovatif dalam mengimplementasikan kebijakan pengawasan keamanan pangan. Selain itu, peran aktif masyarakat tentunya sangat dibutuhkan. Harapannya, masyarakat bisa lebih cerdas dan bijak dalam memilih produk yang aman dan layak untuk dikonsumsi serta dapat menyikapi informasi di media sosial dengan mencari kebenaran informasi atau melaporkan melalui saluran pengaduan masyarakat yang telah disiapkan.

BERITA TERKAIT

"Untuk memudahkan pelaporan pengawasan keamanan produk hewan tersebut, Ditjen PKH Kementan telah meluncurkan aplikasi digital Pelayanan dan Pelaporan Kesehatan Masyarakat Veteriner atau disingkat Dilan Kesmavet yang merupakan sistem data dan informasi yang terintegrasi terkait fungsi Kesmavet," kata Syamsul.

Dia melanjutkan, saat ini Dilan Kesmavet telah dikembangkan menjadi dua aplikasi, yaitu Sistem Pelaporan Pengawasan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Silawas) untuk memudahkan pelaporan kegiatan pengawasan kesmavet dan Kolam Laporan Masyarakat Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kola.) untuk memudahkan masyarakat dalam menyampaikan temuan/kasus penyimpangan keamanan produk hewan.

"Sistem ini akan terus dikembangkan terkait dengan fungsi kesmavet lainnya, seperti sertifikasi NKV," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Syamsul juga meminta agar pengawas Kesmavet mampu bekerja cepat dalam meminimalisir potensi penyimpangan dan dapat mengidentifikasi aspek pembinaan secara spesifik untuk mendorong peningkatan daya saing industri usaha produk hewan, serta menciptakan lingkungan dan kepastian usaha yang baik.

Selain Dilan Kesmavet, diluncurkan juga video edukasi Kesmavet yang disajikan dengan konsep kekinian dengan harapan dapat lebih menarik minat masyarakat untuk meningkatkan kepeduliaan masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan. (360)

BERITA TERKAIT