Kementan: Bawang Merah Sudah Tidak Perlu Impor

Senin, 04 November 2019, 07:45 WIB

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto (kanan) berbincang dengan para petani bawang merah saat melakukan kunjungan kerja ke kelompok tani di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (3/11). | Sumber Foto:Agronet/360

AGRONET – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi bawang merah nasional sudah bisa mencukupi kebutuhan konsumsi penduduknya. Produksi ditopang dari sentra-sentra bawang merah baru yang mulai tumbuh di sejumlah daerah.

“Sudah tidak perlu impor. Bawang merah sudah swasembada,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto saat melakukan kunjungan kerja ke kelompok tani di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (3/11).

Pria yang akrab disapa Anton melanjutkan, sejauh ini Kementan menerapkan penanaman bawang merah dengan biji di sentra-sentra bawang merah di Sulawesi Selatan, Maluku, NTT, NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatra Barat.

“Ini sekarang sedang menyusul Lampung, Sumatera Utara, dan Kepulauan Kei di Maluku,” kata Anton.

Menurut Anton, Kementan mendorong seluruh daerah di Indonesia bisa memproduksi sejumlah komoditas hortikultura, seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan tomat untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri. Dengan demikian, stabilitas harga komoditas-komoditas tersebut bisa stabil sepanjang tahun dan tidak akan terjadi gejolak di tengah-tengah masyarakat.

Khusus untuk bawang merah, kata Anton, sejumlah daerah sentra bawang merah sudah sukses melakukan budidaya tanam dengan produksi yang tinggi dan mutu umbi yang sangat bagus. Misalnya, para petani di daerah perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Timor Leste yang berhasil menanam bawang merah di daerah bekas banjir dengan metode tanam biji. Di lahan bekas banjir tersebut, bawang merah tumbuh subur dengan umbi yang besar layaknya bawang bombay.

“Ini tentu menggembirakan. Kalau di NTT bisa, berarti di daerah lain juga bisa. Hanya saja tantangannya adalah kebiasaan ibu-ibu rumah tangga yang belum terbiasa menggunakan bawang merah ukuran besar,” ujar Anton.

Direktur Perlindungan Hortikultura Sri Wijayanti Yusuf menambahkan, untuk mendongrak pertumbuhan sentra produksi bawang merah baru, Kementan siap memberikan bantuan berupa bantuan benih, pendampingan/penyuluhan teknik tanam/budidaya, dan fasilitasi dukungan alat mesin pertanian.

“Kita anggarkan untuk bantuan benih biji. Kenapa APBN harus membantu benih biji? Karena kita ingin ketergantungan terhadap umbi bisa hilang sekaligus petani mendapatkan benih pabrikan yang harganya lebih stabil,” ujar Yanti. (360)