Mencicipi Dua Buah Eksotis dari Konawe Selatan

Rabu, 06 November 2019, 21:13 WIB

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto, saat mencicipi buah Singi dan Ruruhi dalam kunjungannya di Desa Lamomea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. | Sumber Foto: Humas Ditjen Hortikultura

AGRONET -- Ada yang menarik dalam kunjungan Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, Senin (4/11). Tepatnya ke Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Saat meninjau lahan milik salah seorang petani setempat, Prihasto ditawari dua jenis buah yang belum pernah dia lihat apalagi mencicipinya. Pertama buah Singi. Bentuknya bulat, kulitnya hijau, dan berlapis seperti bawang. Sementara daging buahnya berwarna kuning seperti jeruk bali, hanya saja sedikit lebih tipis. Rasanya lumayan asam.

"Luar biasa potensi Konawe Selatan ini. Harus kita gali dan kembangkan. Buah Singi ini unik sekali," lanjut alumnus Universitas Brawijaya tersebut.

Tak jauh dari lokasi pohon Singi, petani setempat, Sardi, menunjukan pohon buah Ruruhi atau Anggur Hutan". Bentuknya bulat berwarna ungu kehitam-hitaman.

Penasaran, Prihasto atau yang kerap disapa Anton ini langsung mencicipinya, "Asamnya sama seperti buah Singi. Cuma kalau 'ruruhi' ini ada sedikit manisnya," ujarnya.

Mantan Direktur Sayuran dan Tanam Obat tersebut sempat membuat 'eksperimen' kecil dengan meracik sambal dengan bahan baku buah Singi dan Anggur Hutan. "Rasanya pun enak. Saya campur dengan cabai rawit. Tekstur sambalnya segar," jelasnya. 

Dia mengungkapkan bahwa kedua buah ini cukup potensial untuk dikembangkan. Selain bisa dikonsumsi langsung, baik Singi maupun Anggur Hutan dapat menjadi tambahan olahan makanan.

"Nanti akan kami teliti dan kaji sejauh mana potensinya. Tapi yang jelas, kekayaan kita luar biasa," pungkasnya.

Menurut penuturan warga, kedua jenis buah ini tumbuh liar, tidak ada yang menanam. Biasanya dikonsumsi untuk camilan ketika mereka bertani. (360/591)