Mentan SYL Panen Padi Super Genjah M70D

Jumat, 08 November 2019, 09:39 WIB

Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama Moeldoko panen raya padi Varitas super genjah M70D di Karawang, Jawa Barat. | Sumber Foto: Humas Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko melakukan panen raya padi Varitas super genjah M70D di Karawang, Jawa Barat. Ini sebagai upaya mendorong temuan-temuan baru di bidang pertanian yang bisa menjanjikan produktivitas yang semakin meningkat. Varitas padi ini bisa dipanen pada 70-75 hari setelah tanam (HST).

"Di tingkat nasional dengan Pak Moeldoko hari ini, menjadi bagian mendorong berbagai temuan baru di bidang pertanian," ucap Syahrul saat di wawancarai seusai lakukan panen raya di Desa Curug Klari, Karawang , Kamis (7/11).

Syahrul menambahkan saat ini hasil pencitraan satelit, daerah Jawa Barat dan daerah Jawa lainnya sudah mulai ada hujan, dan panen juga sudah dilakukan. Petani di wilayah ini didorong segera menanam kembali. "Dan 70 hari ke depan kalau pakai bibit ini, kita akan lihat lagi hasil seperti ini. Kita jaga sama-sama stok pangan," ungkapnya.

Syahrul mengaku bangga dan bahagia dalam kunjungan kerja kali ini melihat pertanaman padi varitas M70D yang memiliki produktivitas 8-9 ton per hektare, juga dengan keunggulan waktu tanam yang pendek, panen 70 HST. "Kita lihat hari ini ada anakan satu rumpun itu bisa sampai 50. Di zaman saya masih di lapangan paling tingg 29," tutur Syahrul.

SYL meminta agar jajarannya fokus membantu wilayah Jawa Barat, khususnya Karawang, dan meminta mampu tertanam tiga kali setahun. "Setiap daerah, setiap Bupati bersama seluruh Muspida dan yang  lainnya turut menjaga ketahanan pangan daerahnya," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Moeldoko mengatakan jika varietas M70D sudah diuji bersama dengan tim peneliti di Jawa Timur yang hasilnya terdapat perubahan produksi signigikan dari waktu ke waktu. Semula produksi 5,5 ton per hektare, dapat ditingkatkan sampai di atas 8 ton per hektare.

"Saya meminta pada tim riset agar anakannya harus banyak, rasanya enak, dan waktunya harus pendek. Ini bentuk-bentuk insentifikasi yang kita tuju, dan ini memakan waktu sekitar empat tahunan," ucapnya.

Moeldoko juga mengungkap keunggulan varietas M70D,  berorientasi kepada hasil yang lebih banyak, tahan hama, serta umur tanam yang lebih pendek menjadi panen 75 HST, dibandingkan rata-rata lainnya 110 HST. "Berarti ada penghematan luar biasa, waktunya pendek, hamanya juga cukup tahan, hasilnya sangat bagus, dan rasanya enak, semuanya terpenuhi," pungkasnya.(591)