Petani Kendal Dapat Pembiayaan Rp 200 Juta

Kamis, 14 November 2019, 08:38 WIB

Acara Penandatanganan Akad Pembiayaan Ultra Mikro (UMI) antara LKMA dan PT BAV di Kendal, Rabu (13/11). | Sumber Foto:Agronet/360

AGRONET -- Para petani di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mendapatkan pembiayaan Rp 200 juta dari PT Bahana Artha Ventura (BAV). Pembiayaan yang dilakukan melalui Koperasi Tani (Koptan) dan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) tersebut merupakan sinergi program Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Pertanian (Kementan).

Kepala Seksi Fasilitasi Pembiayaan pada Direktorat Pembiayaan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Siswoyo mengatakan, pembiayaan yang diberikan kepada Koptan dan LKMA merupakan upaya Kementan mencari akses pembiayaan terhadap petani. Terobosan pembiayaan ini diharapkan menjadi jalan bagi petani untuk mendapatkan permodalan yang cepat, mudah, dan murah. Apalagi, selama ini lembaga pendanaan yang ada, seperti perbankan dan perusahaan ventura, masih mengkategorikan sektor pertanian ke dalam kelompok usaha yang tidak bankable dan tidak visible.

“Walaupun prosesnya sangat panjang, hari ini pembiayaan yang kita usahakan sudah membuahkan hasil. Amanah ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya agar menjadi contoh permodalan sektor pertanian mikro,” ujar Siswoyo pada acara Penandatanganan Akad Pembiayaan Ultra Mikro (UMI) antara LKMA dan PT BAV di Kendal, Rabu (13/11).

Siswoyo pun meminta kepada tiga lembaga penerima pembiayaan agar dapat menyalurkan dan mengelola dana yang diperoleh untuk kesejahteraan para petani anggotanya. Kemampuan Koptan dan LKMA Kendal penerima pembiayaan dalam mengolah dana yang didapat akan menjadi contoh bagi Koptan dan LKMA lainnya di Indonesia untuk mendapatkan pembiayaan serupa.

“Kendal menjadi contoh nasional. Ke depan sudah siap 20 LKMA lainnya di Jawa Tengah dan menyusul LKMA-LKMA lain yang ada di seluruh Indonesia,” kata Siswoyo.

Saat ini, dia melanjutkan, sudah ada 7.040 LKMA di seluruh provinsi dengan kurang lebih 80 di antaranya sudah berbadan hukum dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Siswoyo pun meminta kepada LKMA-LKMA yang ada segera memiliki badan hukum dan mendaftarkan diri ke OJK agar mudah mencari sumber pembiayaan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal Tjipto Wahyono mengucapkan terima kasih kepada PT BAV yang sudah memberikan pembiayaan kepada LKMA di daerahnya. Dia berharap, Koptan dan LKMA penerima dana bisa memanfaatkan modal tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Saya berpesan, betul-betul nanti penggunaannya tertib, ada tanggung jawab. Jangan setelah dikucurkan malah setengah hati dan berujung tidak bagus,” kata Tjipto.

Dengan status sebagai pilot project, dia melanjutkan, Koptan dan LKMA Kendal mengemban misi memberi contoh pelaksanaan pembiayaan ultramikro pertanian yang baik. Karena itu, para pengurus Koptan dan LKMA yang notabene juga merupakan petani sudah harus terbiasa menggunakan laptop untuk membuat laporan penggunaan dana. Laporan keuangan pun sudah wajib dibuat dengan menggunakan aplikasi dan tersaji secara daring.

“Kita harus tunjukkan petani tidak boleh lagi dipandang sebagai orang yang paling lemah, tapi membanggakan. Petani sudah harus pegang laptop supaya lebih maju dan lebih sejahtera,” ujar Tjipto.

Direktur Pembinaan Usaha, Investasi, dan Pembiayaan PT BAV Agus Wicaksono menegaskan, perusahaan akan melihat perjalanan pembiayaan yang diberikan kepada para petani Kendal. Bukan tidak mungkin, penambahan pembiayaan akan diberikan PT BAV apabila dana yang disalurkan terbukti efektif dan membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebagai perusahaan BUMN yang diamanahi menyalurkan dana dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Agus menjelaskan, PT BAV memang menyasar sektor ultramikro dengan plafon pinjaman Rp 10 juta atau di bawah level pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam menjalankan usahanya, PT BAV menggunakan prinsip business to business alias komersil kendati dengan bunga yang sangat rendah, yakni 6 persen per tahun.

“Karena itu, kita akan lihat perjalanannya ke depan. Kita lihat pengurusnya, sistemnya, dan komitmen waktunya. Saya hanya berpesan agar pengurus Koptan dan LKMA bisa amanah dan mandiri serta fokus pada apa yang dikerjakan,” ujar Agus.

Adapun ketiga lembaga yang mendapatkan pembiayaan dari PT BAV adalah LKMA Blorok Makmur Sejahtera Desa Blorok Kecamatan Brangsong (Rp 50 juta), LKMA Anugerah Tani Makmur Desa Tamping Winarno Kecamatan Sukorejo (Rp 50 juta), dan Koptan Tanam Sari Desa Payung Kecamatan Weleri (Rp 100 juta). (360)

BERITA TERKAIT