Potensi Perikanan Budidaya Cukup Besar, Menteri Edhy Minta Perkuat Sinergisitas

Selasa, 26 November 2019, 08:22 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, pada pertemuan dengan para pemangku kepentingan sektor perikanan budidaya di Gedung Mina Bahari III, KKP, Gambir, Jakarta. | Sumber Foto: Agronet

AGRONET -- Sektor perikanan budidaya akan lebih dioptimalkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petambak, dan pada gilirannya dapat meningkatkan devisa negara. Di samping itu sektor ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, terlebih perikanan budidaya mempunyai potensi yang cukup besar.

Hal itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, pada pertemuan dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) sektor perikanan budidaya yang berlangsung di Gedung Mina Bahari III, KKP, Gambir, Jakarta, Senin (25/11). Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan stakeholder dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan sektor perikanan di tanah air.

Turut hadir Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, jajaran pejabat di lingkungan KKP, Kepala Dinas Perikanan dan perwakilan dari Sumatera Barat, Banten, dan Jawa Barat. Hadir dari para pemangku kepentingan, antara lain, asosiasi-asosiasi perikanan budidaya, para pelaku usaha, akademisi, pemerhati lingkungan, dan para pengembang starup pada sektor budidaya perikanan.

Menteri KKP, Edhy Prabowo, menjelaskan pihaknya akan mendorong dan memberi kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan budidaya perikanan. Di samping itu KKP akan terbuka menerima masukan dan akan memberi solusi kongkrit terhadap berbagai permasalahan yang ada.

"Saya ditugaskan Presiden Jokowi untuk membuka komunikasi dengan para nelayan, pembudidaya, pelaku usaha, dan semua stakeholder. Ini penting agar komunikasi antara pemerintah dan masyarakat berjalan, sehingga program yang kita jalankan sama visi dan misinya. Semua harus berjalan baik, tidak ada pihak yang merasa dirugikan," ujar Edhy. 

Edhy tidak memungkiri adanya berbagai permasalahan yang timbul selama ini yang dinilainya memperlambat kemajuan sektor perikanan, seperti persoalan perizinan usaha. Dia pun bertekad akan mempercepat proses izin usaha perikanan yang semula 14 hari menjadi bisa selesai dalam satu jam.

"Tapi berbagai proses ini perlu mendapat dukungan semua pihak. Seperti perizinan akan kita permudah, kita harus bisa selesaikan dalam satu jam. Untuk itu kami meminta bantuan semua stakeholder, bantu KKP, bantu Presiden Jokowi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ingatkan Kementerian KKP kalau ada yang kurang dan keliru," tegas Edhy.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, menjelaskan pihaknya senantiasa selalu bersinergi baik dengan pemerintah daerah, para pengusaha, dan berbagai wadah kelompok masyarakat pembudidaya perikanan. Menurutnya berbagai insentif bantuan dan pendampingan bagi petambak sudah disalurkan dan berjalan sesuai harapan. "Untuk lebih mengoptimalkan program ke depan kita langsung meminta masukan dari para stakeholder dan peserta yang hadir hari ini," ujarnya.

Lebih jauh, Slamet merinci, potensi usaha perikanan budidaya cukup besar. Hal ini sejalan dengan pola hidup masyarakat yang semakin selektif dan mulai melirik sumber protein berbasis ikan. Menurutnya ini menjadi peluang dan tantangan bagi usaha budidaya perikanan.

KKP mencatat laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,49 persen per tahun, dengan perkiraan penduduk Indonesia lebih kurang 260 juta jiwa. Kondisi ini, jelas Slamet, membutuhkan pangan dalam jumlah yang besar, antara lain bersumber dari ikan.

Slamet menambahkan, KKP sendiri memiliki tiga pilar pembangunan sebagai pijakan yakni kedaulatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan. Untuk itu perikanan budidaya terus berupaya melalui berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para pembudidaya sektor perikanan. (591)