Jelang Natal dan Tahun Baru, Pasokan dan Harga Pangan Dipantau

Rabu, 27 November 2019, 17:50 WIB

Kunjungan lapangan ke pasar sentral dan pasar Pajak Petisah di Sumatera Utara untuk memastikan stok dan harga pangan aman dan terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru 2020. | Sumber Foto:Agronet/360

AGRONET -- Menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, stok pangan pokok strategis di Provinsi Sumatera Utara aman dan terkendali. Begitu pula dengan pasokan pangan yang diprediksi mencukupi hingga beberapa bulan mendatang.

Hal tersebut terungkap dalam Rakor Gabungan (Rakorgab) Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan di Medan, Selasa (26/11). Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) Andriko Noto Susanto mengatakan, rakorgab merupakan upaya antisipatif untuk meningkatkan sinergi antarpemangku kepentingan dalam mengendalikan stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Sudah menjadi komitmen kita bersama agar jangan sampai pada saat Natal dan tahun baru terjadi gejolak harga dan masyarakat tidak bisa mengakses pangan dengan baik. Karena itu, kita perlu melakukan Rakorgap di sepuluh wilayah, salah satunya Sumut ini,” ujar Andriko.

Andriko melanjutkan, secara nasional ketersediaan dan kebutuhan pangan nasional aman dan terkendali. Namun, khusus bawang putih, pemerintah masih harus melakukan impor karena penyediaannya belum bisa dipenuhi dari dalam negeri. Selain itu, harga bawang merah dan cabai perlu diwaspadai agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan pada momentum Natal dan tahun baru.

Kepala Bulog Divre Sumut Arwakhudin Widiek menjelaskan, stok beras di gudang Bulog Sumut saat ini mencapai 56 ribu ton. Stok tersebut diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Demikian pula dengan ketersediaan komoditas pokok pangan lainnya, seperti gula, daging kerbau beku, dan minyak goreng yang diperkirakan cukup dan akan terus bertambah untuk kebutuhan mendatang.

“Stok bahan pangan cukup untuk kebutuhan menyambut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020,” tegasnya.

Seusai rakorgab, Andriko beserta stakeholder terkait melakukan kunjungan lapangan ke pasar sentral dan pasar Pajak Petisah untuk memastikan stok dan harga pangan aman dan terkendali. Dari hasil kunjungan, harga pangan pokok diperkirakan stabil karena stok aman sampai Natal dsn tahun baru, kecuali daging ayam ras dan telor yang mengalami sedikit kenaikan.

Beberapa harga komoditas yang terpantau antara lain, beras medium Rp 10 ribu/kg, beras premium Rp 14 ribu/kg, daging sapi Rp 110 ribu/kg, daging ayam ras Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu/kg, telur ayam ras Rp 21 ribu sampai Rp 22 ribu/kg, gula Rp 12 ribu sampai Rp 13 ribu/kg, minyak curah Rp 10.500/kg, cabai merah besar Rp 25 ribu/kg, cabai rawit merah Rp 60 ribu/kg, dan cabai rawit hijau Rp 35 ribu/kg.

Rakorgab dan pemantauan langsung ke pasar merupakan bagian dari rencana aksi stabilisasi harga dan pasokan jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang dilakukan oleh BKP Kementan bersama kementerian/lembaga terkait. Rencana aksi lainnya adalah Gelar Pangan Murah /OP (selektif komoditas danwiilayah) H-3 sampai H+3,  suSubsidi Transportasi (daerah surplus ke daerah defisit), serta Optimalisasi Peran TTIC-BULOG Pusat dan Daerah. Hadir dalam Rakorgab tersebut Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumut Ernita Bangun, Kepala BI Wilayah Sumut, Dinas Perdagangan Provinsi Sumut, Tim Satgas Pangan provinsi, Komisi Pengawasan dan Persaingan Usaha (KPPU), Dinas Pertanian Provinsi Sumut, serta mitra/distributor pangan pokok. (360)