Tonilingga, Pelopor TTIC Kabupaten Pertama di Jawa Tengah

Rabu, 27 November 2019, 20:05 WIB

Kepala Bidang Distribusi Pangan, Inti Pertiwi (tiga dari kanan), pada peresmian pembukaan TTIC di Purbalingga, Jawa Tengah. | Sumber Foto: Humas BKP Kementan

AGRONET -- Toko Tani Indonesia Center (TTIC) hadir di Kabupaten Purbalingga dan dipopulerkan dengan nama Tonilingga, yang merupakan TTIC kabupaten pertama yang didirikan di Provinsi Jawa Tengah. TTIC  ini berlokasi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kabupaten Purbalingga.

Pembukaan TTIC Tonilingga diresmikan langsung oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, Rabu (27/11). "Hari ini kita launching TTIC sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap masalah pertanian di Purbalingga. Pemda akan terus memfasilitasi agar seluruh petani dapat diberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan petani," ungkap Dyah.

Menurut Dyah, di TTIC masyarakat dapat membeli pangan dengan harga yang lebih murah dari pasar umumnya. Ia mencontohkan beras yang dibawa langsung oleh Gapoktan binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dijual dengan harga Rp8.300 per kg. Sedangkan di pasar sudah mencapai Rp9.500 per kg.

Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi, dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa TTIC harus menjadi instrumen strategis dalam intervensi komoditi harga pangan yang berpotensi bergejolak khususnya menghadapi momentum hari besar keagamaan nasional (HKBN). 

Selaras dengan hal itu, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Kementan, Risfaheri, saat dihubungi terpisah mengatakan, sangat mengapresiasi Pemda kabupaten yang memfasilitasi berdirinya TTIC. "TTIC perlu terus dikembangkan dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan dan memotong rantai pasok. Saat ini menjadi momentum yang sangat tepat menjelang HKBN.

Risfaheri menambahkan keberadaan TTIC akan dirasakan oleh masyarakat. Gapoktan dan produsen dapat secara langsung menjual komoditas pangan di TTIC dan konsumen dapat memperoleh pangan yang dibutuhkan dengan harga terjangkau.

Inti Pertiwi, Kepala Bidang Distribusi Pangan, yang hadir dalam acara launching TTIC menyampaikan bahwa Purbalingga merupakan salah satu pelopor TTIC Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah tanpa pembiayaan APBN. Purbalingga menjadi salah satu kabupaten dengan TTI terbanyak.

"Sampai dengan Tahun 2019 ini, total TTI yang dikembangkan di Purbalingga berjumlah 90 TTI. Seluruh TTI tersebut dipasok oleh sembilan Gapoktan di Kabupaten Purbalingga sebagai pelaksana kegiatan PUPM TTI sejak tahun 2016. Hal tersebut merupakan sebuah prestasi," ujar Inti.

Pada kesempatan peresmian TTIC tersebut hadir seluruh Gapoktan LUPM yang memasok berasnya ke TTIC. Joko Nurtaqwa, Ketua LUPM Subur Kabupaten Purbalingga, menyampaikan kebanggaannya dengan telah diresmikannya TTIC di Purbalingga dan berjanji akan terus mempertahankan pasokan beras ke TTIC dengan harga jual beras Rp8.300 per kg, lebih rendah dari harga pasar.

Sesaat setelah resmi dibuka, masyarakat langsung antusias belanja di TTIC. "Saya sangat senang sekali dengan adanya TTIC ini. Harganya murah. Beras saja cuma Rp8.300 per kg, kualitasnya bagus, minyak goreng, gula, semuanya harganya murah," ungkap salah seorang pembeli, Wati, saat berbelanja di TTIC. (591)