Penyusutan Proses Produksi Pascapanen Harus Ditekan 3-5 Persen

Rabu, 04 Desember 2019, 03:35 WIB

Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Rektor IPB Arif Satria (kanan) dalam Forum Silaturahmi Alumni (FSA) V IPB 2019. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengharapkan akademisi dapat membantu mengatasi losses cara kerja, manajemen waktu, dan pascapanen yang mencapai 10-15 persen. Dia meminta losses bisa ditekan menjadi 3 persen, paling tinggi 5 persen sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan memberikan margin besar bagi petani.

Hal ini dikatakan Syahrul saat menghadiri Forum Silaturahmi Alumni (FSA) V IPB 2019 di Auditorium Gedung A Kementan, Jakarta, Selasa (3/12). Menurutnya, selama ini kita dihadapkan oleh berbagai tantangan, ditambah pertambahan penduduk Indonesia yang tinggi. 

"Oleh karena itu teknologi menjadi penting, termasuk konsepsi dan manajemen pertanian dari hulu hingga hilir. Dalam gambaran ideal saya, ekosistem industri pertanian itu seperti piramida terbalik. Pelaku usaha, BUMN berada di atas, sementara pemerintah selaku fasilitator berada di bawah," ujar Syahrul.

Senada dengan Syahrul, Rektor IPB, Arif Satria, mengungkapkan saat ini kita menghadapi era ketidakpastian dan volatilitas yang tinggi. "Kolaborasi adalah kunci, dan kolaborasi menuntut trust, kepercayaan, dan integrity sehingga akan terjadi sinergi," kata Arif.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni IPB, Fathan Kamil, menjelaskan jaringan alumni IPB tersebar di berbagai jalur dan sektor. "Hadirnya kami adalah bukti bahwa IPB komitmen mendukung Kementan mewujudkan visi 2045 menjadi lumbung pangan dunia," kata Fathan. (591)