Buwas Fokus Penguatan Komersial Bulog

Kamis, 05 Desember 2019, 03:06 WIB

Kepala Bulog Budi Waseso. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET -- Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menjelaskan lembaganya pada tahun 2020 akan lebih fokus pada penguatan komersial. Kebijakan ini sejalan dengan berkurangnya penugasan dari pemerintah dalam penyediaan beras bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal itu disampaikan Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas itu dalam keterangannya di Kantor Bulog, Jakarta,  Selasa (3/12). Menurutnya dalam upaya meningkatkan komersial, Bulog akan melakukan penjualan komoditi pangan melalui online dan offline, optimalisasi aset, dan penguatan anak perusahaan serta unit bisnis.

Dalam beberapa waktu terakhir, Perum Bulog terus melakukan sejumlah inovasi bisnis, antara lain memodernisasi gudang beras yang dimilikinya secara bertahap di seluruh Indonesia, dan memproduksi beras bervitamin (terfortifikasi). Terakhir ini Bulog juga merambah bisnis e-commerce dengan meluncurkan toko pangan online panganandotcom.

Budi merinci sejumlah kerjasama bisnis Bulog dengan berbagai BUMN dan pihak swasta lainnya telah dilakukan. Kerjasama itu seperti penyediaan natura karyawan BNI dan BRI, penjualan sembako ke Grab Kios, serta sinergi bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dalam memasok beras ke ritel modern.

Mantan Kepala BNN itu menyatakan, Bulog juga memperoleh sejumlah PMN senilai Rp 2 triliun untuk mendukung penguatan komersial seperti pembangunan CAS (Control Atmosphere Storage), gudang modern beras dan kedelai. Tahun depan rencananya akan dilakukan pembangunan CDC atau corn drying center, serta MRMP (Modern rice milling plan).

“Namun demikian, Bulog membutuhkan sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan berupa regulasi yang jelas. Selain itu didukung sistem penganggaran serta mudah dilaksanakan sejak dari hulu sebagai bentuk keberpihakan kepada petani dan juga sisi hilir sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat sebagai konsumen,” tutup Buwas. (591)