Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks)

Ponorogo Siap Ekspor 110 Ton Kunyit ke India

Rabu, 05 Pebruari 2020, 12:02 WIB

Pemerintah melalui berbagai program terus meningkatkan produksi pertanian termasuk jenis tanaman obat menuju peningkatan ekspor pertanian tiga kali lipat. (Gambar: Produk kunyit Ponorogo) | Sumber Foto:Humas Ditjen Hortikultura

AGRONET -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam setiap pidato dan arahannya selalu menggaungkan Program Gerakan Tiga kali Lipat Ekspor Produk Pertanian atau Gratieks. Program ini menjadi gerakan terukur, terencana, terkonsepsi, dan mampu dijangkau secara realistis.

Mendukung realisasi program Gratieks tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura terus menggenjot potensi-potensi komoditasnya. Tidak hanya sayur dan buah-buahan, komoditas tanaman obat juga mampu bersaing ekspor.

Kunyit merupakan salah satu primadona tanaman obat yang banyak dikembangkan di wilayah Jawa tengah dan Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Ponorogo. CV. Berkah Jaya tengah siapkan pelepasan 110 ton kunyit ke India.

Perusahaan ini bergerak di bidang ekspor tanaman obat, seperti gingseng, kunyit, dan lengkuas. Perusahaan ini bekerja sama dengan petani mitra dan rutin melakukan ekspor sejak 2017.

Kunyit yang diekspor berasal dari petani mitra dan non mitra di daerah Kediri, Pacitan, Trenggalek, dan Wonogiri. Kunyit yang diekspor dalam bentuk kering dan memiliki kandungan curcumin minimal 4 persen.

Direktur Utama Berkah Jaya, Gigih, menjelaskan bahwa perusahaannya rutin ekspor ke negara yang terkenal dengan julukan negara anak benua tersebut. "Tahun 2017 kami ekspor 100 ton kunyit kering. Pada 2018 volumenya meningkat hingga 1.100 ton per tahun. Tahun ini ditargetkan 1.000 ton," ujarnya.

Gigih menyebutkan, ekspor dilakukan sebanyak 10 kali pengiriman. Sekali kirim volumenya 100-110 atau 5 kontainer dengan nilai ekspornya mencapai Rp 1,8 miliar.

“Untuk tahun ini rencananya pengiriman perdana akan kami lakukan minggu pertama Februari dan berlanjut hingga Desember mendatang,” sambung Gigih.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto sangat bangga dan mendukung kinerja ekspor CV. Berkah Jaya. “Saya sangat bangga atas hal ini. Ternyata produk-produk tanaman obat kita diminati oleh negara lain. Saya berharap CV. Berkah Jaya bisa terus meningkatkan volume ekspor dan memperluas jaringan pasarnya untuk medukung Gratieks,” ujar Prihasto sumringah.

Prihasto juga berharap petani terus gigih meningkatkan hasil produksinya, termasuk menerapkan teknologi terbaru. “Di sisi on farm saya juga berharap agar petani tanaman obat semakin semangat dalam berbudidaya. Kemudian juga mau dan mampu menerapkan teknologi-teknologi modern untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan saya saing produknya,” tutup Anton. (591)