Gubernur Papua Barat Dukung Program Kostratani

Senin, 10 Pebruari 2020, 09:59 WIB

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan (batik biru) menyambut kedatangan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET -- Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Kamis, (6/2) menerima kedatangan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian (Kementan). Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi program pembangunan Papua Barat khususnya bidang pertanian dengan program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang digagas oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Di pertemuan tersebut Dominggus menegaskan, “Papua Barat mendukung berjalannya Program Kostratani”. Program ini sejalan dengan misi ke enam pembangunan pemerintahan provinsi Papua Barat yaitu membangun pertanian yang mandiri dan berdaulat. Gubernur yang didampingi perangkat daerah Papua Barat yang terdiri dari Asisten II, Kepala Dinas TPH Bun dan Ka Balitbangda menyambut baik kedatangan Direktur Polbangtan Manokwari, Kepala BPTP Pabar, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong dan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Klas II Manokwari.

Direktur Polbangtan Manokwari, drh. Purwanta, M.Kes mensosialisaikan program Kostratani, mengutip pernyataan Menteri Pertanian SYL, “Pembangunan pertanian harus bisa membuat petani maju, mandiri dan modern yang berpusat di kecamatan.” Lebih lanjut Purwanta menjelaskan Kostratani merupakan salah satu program jangka pendek Menteri Pertanian SYL, selain menyamakan data (single data), menjamin ketersediaan pangan 3 bulan ke depan, perbaikan konsep asuransi dan inisiasi bank pertanian serta penguatan manajemen pembangunan pertanian.

Konsep Kostratani sebagaimana telah disampaikan Kepala BPSDMP Kementan, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M. Agr. adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran BPP dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Kostratani berperan sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Pada akhir petemuan yang bertempat di Hotel Aston Niu Manokawari tersebut, Gubernur Papua Barat berharap adanya sinkronisasi program yang ada di Papua Barat dengan program Kostratani. Ke depan juga telah direncanakan aksi tindak lanjut demi terwujudnya Papua Barat yang aman, sejahtera dan bermartabat. (269)