Tahun 2020, Kementan Target Ekspor Kunyit 8.015 Ton

Rabu, 12 Pebruari 2020, 15:17 WIB

Direktur Perbenihan Hortikultura merangkap sebagai Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Sukarman, pada acara pelepasan ekspor kunyit ke India pada Selasa (11/2) di Ponorogo. | Sumber Foto:Humas Ditjen Hortikultura

AGRONET -- Melalui Program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) Pertanian, Mentan Syahrul Yasin Limpo menargetkan ekspor komoditas pertanian meningkat 3 kali lipat. Tak terkecuali untuk komoditas kunyit, tahun 2020 ditargetkan ekspor mencapai 8.015 Ton.

Salah satu realisasi dari target ekspor tahun ini, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian melepas ekspor kunyit sebanyak 110 ton senilai Rp 1,8 miliar ke India pada Selasa (11/2) di Ponorogo, Jawa Timur. Kunyit tersebut diekspor oleh CV. Berkah Jaya dalam bentuk simplisia.

Gigih, Direktur CV. Berkah Jaya mengungkapkan pihaknya sudah mengekspor kunyit sejak tahun 2017 ke India. Untuk tahun ini ditargetkan ekspor 1.000 ton. Namun demikian jumlah itu belum mampu memenuhi permintaan pasar dari India.

"Permintaan kunyit dari India itu sebenarnya 5.000 ton per tahun. Kami baru mampu memenuhi kurang lebih 1.000-1.100 ton," ujar pemuda usia 28 tahun itu.

Direktur Perbenihan Hortikultura yang juga merangkap sebagai Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Sukarman, disela-sela pelepasan ekspor tersebut menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi peran swasta seperti yang telah dilakukan CV. Berkah Jaya.

“Kami harap CV. Berkah Jaya bisa terus meningkatkan volume ekspor dan memperluas jaringan pasarnya untuk mendukung Gratieks,” ujarnya.

Sukarman juga menyampaikan untuk mencapai target ekspor tersebut Direktorat Jenderal Hortikultura melalui Program pengembangan Kawasan Tanaman Obat, mengalokasikan 700 hektare untuk budidaya biofarmaka.

"Kementan juga mendorong petani atau pelaku usaha untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Di sisi hilir pemerintah bersama pelaku usaha juga aktif mengikuti pameran dagang di berbagai negara guna memperluas pasar ekspor," pungkas Sukarman. (139)