Mentan SYL Serahkan KUR Menuju Pertanian Modern

Rabu, 12 Pebruari 2020, 19:40 WIB

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada acara penyerahan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Karanganyar, Jawa Tengah. | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen senilai Rp 4,82 miliar kepada 271 petani di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penyerahan KUR kali ini merupakan kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) dengan BNI.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Rabu (12/2). Bantuan ini sebagai implementasi Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Pada kesempatan itu, Mentan juga menyalurkan bantuan pembiayaan lainnya berupa polis asuransi pertanian untuk petani jagung, polis Asuransi Usaha Tanaman Pangan (AUTP) 9.133 hektare senilai Rp 1.644 miliar, klaim AUTP sebesar Rp 1.319 miliar seluas 254,11 hektare.

SYL menjelaskan, program KUR adalah salah satu upaya negara untuk menghadirkan kesejahteraan bagi para petani di seluruh Indonesia dan membangun pertanian yang maju, mandiri dan modern. Kementan saat ini sudah menyiapkan anggaran KUR sebesar Rp 50 triliun yang tersebar di BNI Rp 20 triliun, BRI Rp 10 triliun dan Bank Mandiri Rp 20 triliun.

"Jadi saya sangat mendorong penggunaan KUR ini. Manfaatkan KUR dengan sebaik-baiknya. Presiden Jokowi perintahkan agar beri modal paling kuat untuk rakyat. Bantuan KUR hari ini jumlahnya Rp 4 miliar lebih, itu harus dimanfaatkan dengan baik," tambahnya. 

Kepala Dinas Pertanian Karanganyar, Siti Maesaroh, mengapresiasi program KUR sebagai Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0. Pasalnya, Kementan memberikan subsidi bunga KUR hanya sebesar 6 persen dari bunga umumnya mencapai 14 persen.

"Melalui KUR ini, petani mendapatkan kemudahan akses pembiayaan yang cukup murah. Bunga hanya 6 persen yang disubsidi Kementerian Pertanian. Dengan KUR, petani juga mendapat pendampingan teknologi sehingga petani ke depan menggunakan teknologi 4.0," katanya.

Sementara itu, Direktur Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah dan Jaringan BNI, Tambok P Setyawati, menyebutkan target penyaluran KUR BNI tahun 2020 secara nasional adalah Rp 22 triliun. Rinciannya, untuk area Yogyakarta dan sekitarnya sebesar Rp 1,5 triliun, Semarang Rp 1,6 triliun, dan Jawa Tengah secara keseluruhan sekitar Rp 3,1 triliun. "Kita juga melakukan pendampingan agar petaninya juga makin produktif, hasil lebih tinggi dan biaya lebih rendah, sehingga lebih efisien," tuturnya.

Dalam acara ini, sambung Tambok, BNI memberikan bantuan CSR berupa RITx Soil dan Weather Sensor yang digunakan untuk merekam kondisi lahan secara realtime dan memprediksi cuaca yang presisi sehingga petani dapat mengoptimalisasi produksi komoditasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan, Indah Megahwati, menambahkan selain sosialisasi KUR, kegiatan ini juga menyampaikan pentingnya peran teknologi menuju pertanian 4.0. "Kami mengimbau kepada kepala-kepala dinas, penyuluh, kepala BPP, agar selalu mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan bank. Jadi ada informasi terbaru yang mereka dapat. Karena Pertanian kita itu sebenarnya sudah ada saling keterkaitan antara pembiayaan dengan teknologi," tutur Indah.

Ia menegaskana Kementan selalu mendukung kegiatan yang menyongsong era pertanian 4.0 karena memiliki manfaat yang luar biasa untuk para petani. Program KUR dipastikan mendorong petani untuk menerapkan teknologi pertanian 4.0 karena memperoleh kemudahan pembiayaan dan pendampingan.

"Kita akan adakan lagi kegiatan seperti ini. Agar alat-alat yang ada bisa berguna buat kelompok-kelompok tani kita. Mereka bisa membeli melalui KUR, dan akan terhubung dengan kita," tegasnya.

Hadir pada kegiatan ini Inspektur Jenderal Kementan, Justan Riduan Siahaan, Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Suwandi, Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, Dirjen Perkebunan Kasdi Subagiyono dan Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah, Suryo Banendro. (591)