Madiun 1, Porang Lokal asal Madiun

Senin, 02 Maret 2020, 10:36 WIB

Kementan akan terus eksplorasi, konservasi dan karaktrerisasi terhadap tanaman porang sehingga akan diperoleh varietas porang lainnya dengan karakter unggul yang dapat dikembangkan. | Sumber Foto:Balitbangtan

AGRONET -- Untuk pertama kalinya komoditas porang dilepas sebagai varietas dengan nama Madiun 1. Pelepasan varietas porang ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Madiun bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui sidang pelepasan varietas yang di selenggarakan oleh Badan Benih Nasional pada Rabu (26/02) di Malang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto, yang hadir mewakili Bupati Madiun pada sidang pelepasan varietas tersebut menyampaikan tanaman porang yang diusulkan adalah tanaman porang varietas lokal yang berasal Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

“Kami berharap setelah dilepasnya tanaman porang dengan nama varietas Madiun 1 dapat membawa dampak bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun, sehingga kesejahteraan petani porang dapat lebih meningkat serta menjaga kelestarian sumberdaya genetik tanaman porang dapat tetap terjaga. Demikian halnya tanaman hutan sebagai naungan dapat terjaga dengan baik,” ujar Tontro

Di tempat yang sama, Haris Syahbuddin, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) menyampaikan porang merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang potensi nilai ekonominya tinggi dan saat ini areal pengembangannya terus bertambah. Desa Klangon sebagai pusat pertumbuhan dan pengembangan tanaman porang. Setelah varietas porang Madiun 1 ini resmi dilepas maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan infrastruktur penyediaan benih sumber  tanaman variaetas porang Madiun 1 agar dapat disebar secara resmi ke seluruh Indonesia.

“Selain harganya yang fantastis, komoditas porang untuk kebutuhan ekspor permintaannya terus meningkat dengan tren harga yang juga terus mengalami kenaikan. Dengan demikian Kementerian Pertanian telah menetapkan porang sebagai komoditas yang masuk ke dalam  program Gratieks (Gerakan tiga kali ekspor),” ujar Haris.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ke depan komoditas ini dapat dikelola secara corporate farming. Dengan sistem ini maka efisiensi budidaya, standarisasi mutu, dan efektivitas serta efisiensi manajemen pemasaran akan menjadi solusi keberlanjutan usaha porang yang menguntungkan bagi petani dan pihak yang terlibat di dalamnya.  

Komoditas porang yang dilepas adalah varietas lokal yang sudah turun temurun di budidayakan oleh petani porang di daerah Madiun. Tanaman porang telah dimanfaatkan sejak tahun 1950-an dan budidaya porang tertua di temukan di Madiun tepatnya di Desa Klangon, Kecamatan Saradan.

Masyarakat di Madiun sejak tahun 1970an telah melakukan budidaya secara sederhana dan menjual porang dalam bentuk umbi ke pengepul di Kabupaten Nganjuk. Umbi porang yang diperoleh oleh petani berasal dari tanaman yang tumbuh liar di kawasan hutan Gunung Pandaan. Permintaan porang yang terus meningkat akhirnya sekitar tahun 1980an petani mulai membudidayakan sendiri tanaman porang yang berasal dari umbi, biji dan bulbilnya (katak).

Menurut karakteristiknya varietas Madiun 1 daunnya halus-bergelombang, bentuk seludang bunga terompet serta bentuk bunga tombak. Selain itu, untuk potensi hasilnya varietas Madiun 1 ini bisa mencapai 8-10 ton umbi per hektare dan katak yang dihasilkan 60 kg umur 1 tahun, 300 kg umur dua tahun, dan 500 kg umur tiga tahun.

Panen biasanya dilakukan untuk umbi yakni saat tanaman umur dua atau tiga tahun. Panen dilakukan ketika tanaman telah memasuki masa dorman atau pertumbuhan tanaman telah berhenti, kondisi ini ditandai dengan batang tanaman sudah menguning dan lepas dari umbinya.

Balitbangtan melelui akan terus melakukan pendampingan bagi petani khususnya petani penangkar benih Varietas Porang Madiun 1 untuk memastikan kualitas benih yang dihasilkan adalah benih bermutu. Selanjutnya melalui peneliti yang ada di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) serta unit pelaksana teknis terkait lainnya akan terus dilakukan upaya eksplorasi, konservasi dan karaktrerisasi terhadap tanaman porang yang ada di Indonesia sehingga akan diperoleh varietas porang lainnya dengan karakter unggul yang dapat dikembangkan. (Balitbangtan/139)