Slamet Wuryadi : Kita Bikin Puyuh di Papua Biar Heboh

Senin, 09 Maret 2020, 19:32 WIB

Marno Fari Sena Nomleni, Mahasiswa Polbangtan Manokwari yang menekuni Budidaya Puyuh | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET -- Duta Milenial Pembangunan Pertanian, Slamet Wuryadi, Petani Milenial bidang budidaya puyuh ini telah menembus pasar ekspor.  Pemilik CV. Slamet Quail Farm, Sukabumi menyatakan, “Saya bercita-cita mengembangkan puyuh di Papua, karena permintaan ekspor yang sangat tinggi.”

Pengembangan puyuh di Papua rencananya untuk memenuhi kebutuhan Timur Leste.  Salah seorang pakar puyuh, Aries Teguh Wibowo menyebutkan, “Hasil penetasan di papua yang dikembangkan bisa jadi bibit yang adaptif dengan iklim lokal.”  Iklim yang ada di Papua secara umum hampir mirip dengan yang ada di Timur Leste, meski di Timur Leste kondisinya lebih panas.

Dengan penuh semangat kembali Slamet menyerukan “Kita bikin puyuh di Papua biar heboh.” Lebih lanjut ia pun berkata, “kenapa?” Alasannya sangatlah sederhana, dari unggas kecil ini dapat memberantas stunting (kerdil) di Wilayah Indonesia Bagian Timur.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, drh. Purwanta, M.Kes menilai peluang usaha ternak puyuh di Manokwari, Papua Barat masih terbuka.  “Khususnya bagi generasi milenial yang ingin cepat mendapatkan hasil, perputaran modal dalam usaha puyuh ini cepat,” rincinya.

Meskipun masih berjumlah ratusan, peserta didik yang mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi Vokasi di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (BPPSDMP Kementan) telah berhasil membudidayakan ternak puyuh.  “Awalnya dari ratusan telur yang kami coba tetaskan hanya delapan ekor yang menetas, kemudian kami coba lagi, bersyukur kali ini menetas semua,” sebut Marno Fari Sena Nomleni, Mahasiswa Polbangtan Manokwari asal Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Senin, (9/3).

Respon postif juga datang dari Puyupuy Shop, salah seorang penjual telur tetas.  Ia menyampaikan bahwa, “Kadang semua orang bisa beli telur tetas, tapi tidak semuanya bisa menetaskan, skill dan pengalaman menjadi guru yang paling handal.”  Mendapat banyak dukungan, Marno pun semakin memantabkan diri menjadi seorang job creator

Peluang usaha yang sudah terbuka lebar di depan mata, hanya tinggal mempersiapkan diri dan memperdalam keilmuan.  Marno bersama rekan-rekan satu angkatan, secara berkala merawat ternak puyuh dengan baik.

Mahasiswa Polbangtan Manokwari ini merupakan sebagian kecil generasi muda pertanian yang memiliki pemikiran maju, mandiri, dan modern sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).  Mimpi pemberantasan stunting Wilayah Indonesia Timur, percepatan ekspor mendukung Program Duta Milenial Slamet Wuryadi segera terwujud. (269)