Sandi Octa Susila : Isotonik Akway “Cepet Reaksinya”

Selasa, 10 Maret 2020, 19:21 WIB

Duta Tani Milenial, Sandi Octa Susila bersama Malahayati | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET -- Sandi Octa Susila, Duta Tani Milenial yang dinobatkan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) pada tahun 2019, menjadikannya sebagai teladan bagi petani milenial lainnya. Tak hanya Sandi, Malahayati bersama 20 petani Millenial lainnya dari seluruh Indonesia mendapatkan penghargaan dari kementerian Pertanian atas dedikasi dalam usaha pertanian.

Sandi, yang kini tengah menjadi kandidat calon peraih penghargaan salah satu program TV Swasta Nasional, berkarya sebagai distibutor sayuran “online”. Sedangkan Malahayati, Mahasiswa Polbangtan Manokwari, memasarkan produk lokal Papua agar lebih dikenal masyarakat dengan produk “Isotonik Akway”.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, drh. Purwanta, M,.Kes menyebutkan, “Malahayati menjadi pendorong berkembangnya produk lokal papua tidak hanya membidik pasar lokal, namun juga ekspor.” Isotonik akway karya dari Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) Papua Sehat berkhasiat untuk menjaga stamina tubuh.

Isotonik Akway yang terbuat dari kayu akway, bentuknya mirip dengan kayu manis ataupun kayu secang. Manfaat kayu akway diantaranya : memelihara kesehatan, membantu menjaga daya tahan tubuh, menghilangkan rasa nyeri sendi. Khasiat lain bagi wanita, dengan rutin meminum akway dapat mengatur jarak kehamilan, sedangkan bagi pria dapat meningkatkan gairah.

“Cepat reaksinya,” sebut Sandi setelah beberapa saat meminum ramuan herbal ini. Senanda dengan Sandi, Deti Ugi Rustini, ibu muda yang aktif bekerja (10/03) menyebutkan bahwa akwaynya enak. Ia meminum satu gelas isotonik akway sebelum tidur, di pagi hari badan terasa segar. “Jadi pengen lagi,” ujar Deti.

Deti pun menambahkan, “ternyata bukan untuk pria saja, perempuan juga dapat khasiatnya, badan terasa hangat, pegal-pegal pun hilang". Dari tiga jenis kemasan yang diproduksi, Deti membeli produk isotonik akway masih kental ukuran botol sedang. Hanya dengan mencampur 2 sendok makan isotonik akway kedalam 200 ml air, kesegaran pun ia dapatkan.

Kemasan siap minum pun juga telah diproduksi. Indrawati, S.P., M.P. memberi pengerahan pada Malahayati dan kawan-kawan meramu kayu akway menjadi produk yang mudah dikonsumsi. Kebanyakan orang merebus kayu ini untuk mendapat khasiatnya, namun tidak semua orang memiliki waktu yang cukup untuk membuatnya.

Dari sanalah PWMP Papua Sehat meramu kayu akway, air, gula, dan rempah-rempah menjadi isotonik akway mudah disajikan. Sambil berkelakar, Malahayati pun berujar, “Biar cepet minumnya.” (269)