Sertifikasi Ekspor Perikanan Meningkat di Tengah Wabah Corona

Selasa, 24 Maret 2020, 12:34 WIB

Peningkatan layanan sertifikasi ekspor perikanan dan kelautan. | Sumber Foto:Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri

AGRONET -- Layanan sertifikasi ekspor perikanan dan kelautan di tengah pendemi Covid-19 atau virus Corona untuk sejumlah negara mengalami kenaikan. Hal ini telihat dari tumbuhnya ekspor di beberapa negara selama periode Januari-12 Maret 2020 dibanding periode yang sama pada 2019.

Negara-negara tersebut di antaranya, Amerika Serikat sebesar 44.748,98 ton dibanding sebelumnya 36.686,99 ton. Kemudian ke Thailand meningkat dengan total 27.264,73 ton dibanding 11.372,78 ton. Lalu ke Malaysia sudah mencapai 15.883,49 ton dibanding 13.008,65 ton, dan Taiwan sebesar 7.823,77 ton dibanding 7.173,04 ton.

“Memang ekspor ke Tiongkok mengalami penururan di periode yang sama tahun lalu. Tapi di sejumlah negara, ekspor kita meningkat,” kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendaian Mutu, dan Kemanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina di Jakarta, kemarin (23/3).

Negara lain yang juga menjadi tujuan ekspor antara lain Vietnam sebesar 8.105,75 ton dibanding 7.955,40 ton, Singapura 6.820,87 ton dibanding 5.883,99 ton, Korea Selatan 5.964,08 ton dibanding 4.320,34 ton, dan Arab Saudi 3.908,85 ton dibanding 3.358,19 ton.

Sementara itu, komoditas yang diekspor di antaranya udang vaname 36 ribu ton, lebih tinggi dibanding periode yang sama pada 2019 dengan jumlah lebih kurang 28 ribu ton. Selanjutnya tuna sebesar 19 ribu ton, melebihi periode yang sama di tahun 2019 sebesar 16 ribu ton. Ekspor ikan cakalang juga sudah menyentuh 19 ribu ton, lebih tinggi dibanding periode yang sama sebesar 18 ribu ton.

Kemudian ikan layur dengan volume ekspor 9 ribu ton, dibanding 5 ribu ton di periode Januari-12 Maret 2019, serta makarel sebesar 9 ribu ton dibanding 1 ribu di periode yang sama. “Tentu ini suatu kabar gembira, optimistis dan suatu peluang ditengah bencana pandemi Covid-19 yang melanda sejumlah negara,” sambungnya.

Rina memastikan jajarannya tetap memaksimalkan layanan meski terdapat pendemi Covid-19. Saat ini, BKIPM berpedoman pada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 27/Kepmen-KP/2020, terkait pegawai yang bertugas langsung di bidang pelayanan diberlakukan sistem rotasi guna mencegah penyebaran Covid-19.

Sejak Januari 2020, BKIPM telah melakukan langkah antisipasi penyebaran Covid-19. Melalui Surat Edaran bernomor SE No.276/BKIPM/I/2020, Kepala BKIPM mengimbau jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit pneumonia. Dalam surat edaran tertanggal 24 Januari 2020 tersebut meminta seluruh Satker BKIPM berkoordinasi dengan unsur-unsur Bea Cukai, Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Badan Karantina Pertanian, Keamanan Bandara/Pelabuhan (CIQS), otoritas penerbangan dan pelayaran, serta perusahaan penerbangan/pelayaran setempat. (196)