Akademisi: Langkah Kementan Awasi Pangan Sudah Tepat

Kamis, 26 Maret 2020, 11:23 WIB

Mentan SYL meninjau penjualan produk pangan yang diadakan oleh Kementan di Jakarta beberapa waktu lalu. | Sumber Foto:Humas BKP Kementan

AGRONET --  Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM), Jangkung Handoyo Mulyo, mendukung langkah Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meredam gejolak pasar di tengah wabah virus Covid-19. Kementan mengambil langkah tepat dengan me-monitoring harga dan pasokan ke lapangan secara langsung.

Menurutnya, langkah intensif Kementan ini sangat efektif karena dapat memastikan data stok pangan secara cepat dan akurat. Di sisi lain, juga sangat efektif sebagai pengawasan ketat terhadap oknum yang berbuat curang.

"Hasil monitoring menunjukkan bahwa panen raya di bulan Maret dan April ini bisa menopang kondisi pangan nasional. Selain itu, monitoring akan meningkatkan market confident bahwa ketersediaan pangan sesungguhnya cukup dan karenanya merupakan signal positif untuk mereduksi potensi terjadinya spekulan pangan," ujar Jangkung, Rabu (25/3).

Tercatat, sampi saat ini ada 11 komoditas bahan pokok yang dikawal pemerintah secara intens, antara lain beras, jagung, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah besar. Kemudian ada juga cabai rawit, daging sapi/daging kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng.

"Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) bahkan datang ke gudang beras di Food Station Tjipinang Raya untuk melihat ketersediaan stok beras. Hasil kunjungannya ini semakin menambah keyakinan pemerintah bahwa stok beras untuk beberapa bulan ke depan aman," katanya.

Dalam kunjungannya beberapa waktu lalu, Mentan memastikan jumlah stok beras hingga bulan April mendatang mencapai 3 juta ton. Stok ini bahkan mampu mencukupi kebutuhan warga selama menjalani pembatasan sosial atau masa penanganan penyebaran Covid-19 dengan pola work from home (WFH). (196)