Di tengah Wabah Covid-19

Ekspor Lada Luwu Timur Menggeliat

Senin, 06 April 2020, 13:08 WIB

Sebagian besar lada yang diekspor ke China berupa lada putih utuh dengan volume 6.689 ton atau senilai USD 21,06 juta. | Sumber Foto: Ditjenbun

AGRONET -- Kelompok petani lada di Desa Nuha Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, melakukan ekspor pada Maret 2020 lalu melalui pelabuhan Makasar menuju China. Geliat ekspor ini terus dilakukan di tengah wabah Covid-19 yang melanda sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia.

Ekspor berjalan atas pemenuhan kontrak kerjasama pembeli dari China yang telah dilakukan sebelumnya dengan mensuplai sekitar 10 kontainer lada putih premium dengan nilai kontrak ekspor sebesar Rp13 miliar.

“Pemenuhan ekspor tersebut sebagai bukti bahwa komoditas perkebunan tetap memiliki prospek yang tinggi untuk kebutuhan dunia. Terutama China yang merupakan negara tujuan ekspor utama ekspor komoditas perkebunan Indonesia,” kata Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, dalam keterangannya, Sabtu (4/4)

Berdasarkan Data BPS yang diolah Ditjen Perkebunan tahun 2019 membuktikan China menempati urutan ke-2 setelah Vietnam sebagai tujuan ekspor lada Indonesia dengan volume sebesar 6.689 ton atau senilai USD 21,06 juta. Sebagian besar lada Indonesia yang di ekspor ke China berupa lada putih utuh.

“Ke depan melalui program gerakan peningkatan produksi, nilai tambah, dan daya saing (Grasida) komoditas perkebunan dalam rangka akselerasi pencapaian kebijakan Kementerian Pertanian sampai dengan 2024 untuk peningkatan ekspor 3 kali lipat (Gratieks), Ditjen. Perkebunan terus mendorong pelaku usaha dan menggerakan sumber daya agar dapat memenuhi target Gratieks tersebut,” kata Kasdi.

Walaupun saat ini, lanjutnya, tantangan pengembangan perkebunan untuk ekspor masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan dicari solusi terbaik di antaranya masalah fluktuasi harga, pembiayaan/ permodalan, kualitas produk, dan nilai tambah. (Ditjenbun/591)