Kementan Terus Jaga Pasokan Jagung

Selasa, 12 Mei 2020, 05:30 WIB

Kementan mencatat pasokan jagung hingga tahun 2020 dalam kondisi aman, dengan prognosa produksi jagung sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai 24.16 juta ton. | Sumber Foto: Istimewa

AGRONET -- Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil mengatakan sesuai arahan Presiden melalui Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, pihaknya mengawal lalu lintas jagung dan bahan pangan pokok strategis lainnya, agar ketersediaan, kesehatan, dan kelancarannya terjamin. 

"Setiap pimpinan di unit kerja Karantina Pertanian akan melakukan pengawasan 11 bahan pangan dengan menggunakan data dukung. Ini bentuk dari tugas pengawasan dan pengendalian," ungkap Jamil melalui keterangan tertulisnya (10/5).

Jamil menambahkan dari data Kementerian Pertanian pasokan jagung hingga tahun 2020 aman. Berdasarkan prognosa Kementan, produksi jagung sepanjang tahun 2020 diperkirakan mencapai 24.16 juta ton. Proyeksi kebutuhan jagung pada tahun 2020 untuk pabrik pakan sebesar 8,5 juta ton dan untuk peternak sebesar 3,48 juta ton. Sehingga diharapkan tahun 2020 Indonesia dapat surplus jagung.  

Separuh dari penggunaan jagung adalah sebagai bahan baku utama industri pakan ternak. Sementara penggunaan lain meliputi bahan pangan langsung, bahan baku minyak nabati non kolesterol, tepung jagung, dan makanan kecil.

Sementara itu, Karantina Pertanian Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat sepanjang triwulan I/2020 hingga akhir April 2020 sebanyak 42 kali pengiriman jagung dengan total 63 ribu ton ke berbagai kota di Indonesia. Jagung (Zea mays ssp. mays), asal sub sektor tanaman pangan ini menduduki posisi kedua sebagai komoditas pertanian yang dibutuhkan setelah padi. Jagung juga masuk dalam 11 komoditas bahan pokok yang dijaga ketersediaannya, terutama saat pandemi Covid-19. 

Pengiriman jagung asal Sumbawa NTB melalui 3 pintu pengeluaran di bawah pengawasan Karantina Pertanian Sumbawa Besar yakni masing-masing  wilayah kerja Pelabuhan Laut Badas, Bima dan, Kempo.

"Keberhasilan budidaya jagung di Kabupaten Sumbawa berawal dari keberhasilan petani di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Labangka," jelas IB Putu Raka Ariana, Kepala Karantina Pertanian Sumbawa Besar.

Pihaknya mencatat, sejak tahun 2015 hasil panen petani di wilayah ini dikirim ke berbagai wilayah di tanah air bahkan ekspor. "Tahun 2019 ekspor terhenti, namun pengiriman antar area tetep berjalan bahkan menembus jumlah 668.876 ton, frekuensi 552 kali. Rencana tahun 2020 di samping pengiriman antar area dan juga ekspor," tambahnya.

Untuk menjamin kesehatan dan keamanan, serta kelancaran lalu lintas jagung asal sumbawa, Karantina Pertanian Sumbawa Besar antara lain menetapkan gudang pemilik sebagai tempat lain sebagai tempat pemeriksaan karantina, menerapkan digitalisasi layanan melalui Permohonan Pemeriksaan Karantina (PPK) secara online, dan juga memfasilitasi perlakuan dengan pengawasan fumigasi sesuai keperluan. "Hal ini sesuai dengan peran Karantina Pertanian selaku fasillitator pertanian dalam perdagangan," jelas Raka.

Dia juga menyebutkan, saat ini setidaknya ada 6 pelaku usaha yang difasilitasi pihaknya untuk melakukan pengiriman jagung, baik antar area maupun ekspor,y akni PT. SA Nusantara, PT. SAGI, PT. SPS, PT. SA Niaga, PT CTI, dan PT. BUM. (357)