Merauke Percepat Tanam Padi

Kamis, 21 Mei 2020, 09:07 WIB

Kementan menargetkan luas tambah tanam padi periode April-September 2020 seluas 5,62 juta Ha yang dapat menghasilkan beras sebanyak 15,05 juta ton. | Sumber Foto: Kementan

AGRONET -- Kabupaten Merauke, Papua, mulai melakukan percepatan tanam di beberapa wilayah. Langkah ini sebagai tindaklanjut  partisipasi Bupati Merauke dalam gerakan tanam padi dan jagung serentak se-Indonesia yang dicanangkan Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo (SYL).

Bupati Merauke, Fredirikus Gebze, sudah turun langsung di lokasi panen padi dan melakukan penanaman padi di kampung Yabamaru Distrik Tanah Miring Merauke. Kemudian dilaporkan kepada Mentan SYL melalui video Confrence di ruang Agriculture War Room (AWR). 
 
Diwawancara pada Rabu (20/5)  Fredirikus menjelaskan lebih detail kondisi pertanaman di wilayahnya. Sasaran luas tanam di Kabupaten Merauke untuk musim tanam tahun 2019/2020 (rendeng) seluas 36.155 hektare (Ha) dan terealisasi tanam seluas 33.948 Ha. Belum tercapainya sasaran luas tanam itu disebabkan pengaruh iklim dimana curah hujan normal baru terjadi pada awal Februari. 
 
Selain itu, kendala OPT yaitu serangan hama tikus dan burung juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran luas tanam tersebut. "Untuk itu saya instruksikan ke jajaran Dinas Pertanian dorong petani bisa segera tanam supaya kekurangan luas tanam dapat direalisasikan pada musim tanam gadu 2020," ujarnya. 
 
Adapun target luas tanam musim gadu 2020 seluas 25.341 Ha. Menurutnya strategi pencapaian luas tanam bisa ditingkatkan dengan memaksimalkan percepatan tanam dengan memanfaatkan air. 
 
Kabupaten Merauke dengan produksi yang melimpah mampu mensuplai beras ke wilayah-wilayah sekitarnya, seperti Jayapura, Timika, dan empat kabupaten pemakaran yaitu Merauke, Mapi, Boven Digul, dan Asmat. Namun mengalami kendala dalam penanganan pascapanen, sehingga diharapkan dukungan dan support pemerintah pusat.
 
“Harapan kami tindaklanjut pada momen yang lalu, guna mendukung peningkatan kualitas produksi di Kabupaten Merauke. Kami membutuhkan alat pascapanen. Kami inigin mengajukan bantuan alat combine harvester sebesar 60 unit supaya petani bisa kerja lebih mudah," ungkap Fredirikus.
 
Sebelumnya dalam video conference bersama kepala daerah dalam rangka gerakan percepatan tanam padi dan jagung, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengucapkan terimakasih kepada seluruh pemerintah daerah yang dapat hadir dalam pertemuan secara daring tersebut. "Persiapan pangan atas dampak COVID-19 ini agar menjadi perhatian serius kita semua. Diminta kepada Gubernur bersama Bupati bahu membahu dan bergotong royong dalam menjaga ketersediaan pangan Indonesia. Berdasarkan ramalan cuaca dari BMKG akan terjadi kemarau panjang. Agar segera dipersiapkan lahan-lahan pertanian. Lahan yang telah panen untuk segera dilakukan persiapan penanaman,“ pinta SYL, sapaan akrab Mentan Syahrul.
 
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menjelaskan gerakan percepatan tanam ini tidak bisa ditawar. Hal ini mengingat rekomendasi FAO tentang ancaman krisis panjang akibat musim kemarau yang diprediksi akan terjadi, puncaknya pada Agustus 2020. Kementan menargetkan luas tambah tanam padi periode April-September 2020 seluas 5,62 juta Ha yang dapat menghasilkan beras sebanyak 15,05 juta ton.
 
"Untuk itu, pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan agar target luas tambah tanam itu tercapai. Gerakan tanam serentak ini pasti bisa mewujudkan hal tersebut. Jika skema ini berjalan dengan baik, stok beras kita pastikan aman hingga akhir tahun 2020," tegas Suwandi. (139)