Kebun Raya dan Konservasi Keanekaragaman Hayati

Selasa, 26 Mei 2020, 11:38 WIB

Kebun Raya Bogor. | Sumber Foto:LIPI

AGRONET -- Kebun raya merupakan sarana penting dalam konservasi keanekaragaman hayati. Saat ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah mengelola 5 Kebun Raya dan terdapat 23 Kebun Raya yang bekerja sama dengan pemerintah daerah yang sudah dilansir di seluruh Indonesia. Fungsi Kebun Raya selain untuk konservasi juga merupakan tempat untuk penelitian, pendidikan, jasa lingkungan, dan wisata.
 
Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, mengatakan dari proses eksplorasi, baik melalui ekspedisi maupun hal lainnya. “Inilah yang menjadi bagian dari tugas kami, khususnya di LIPI, bagaimana kita bisa memanfaatkan aneka kekayaan hayati ini,” jelasnya pada Webinar Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 20209, kemarin (22/5).
 
Dalam kesempatan tersebut, Handoko juga menyampaikan terkait perencanaan pembukaan 12 Kebun Raya LIPI baru (di luar 5 Kebun Raya LIPI saat ini) yang kemudian disebut eco-region primer dikarenakan Kebun Raya tersebut akan langsung dikelola oleh LIPI. “Kebun Raya daerah juga tetap akan diposisikan untuk mengakomodasi konservasi dari eco-region sekunder dimana Pemerintah Daerah dapat turut aktif mengelola Kebun Raya tersebut,” tegasnya.

“Seluruh Kebun Raya LIPI direncanakan akan dilengkapi dengan SDM Peneliti dan laboratorium yang berstandar dan memadai, sehingga keanekaragaman hayati di Indonesia dapat dimanfaatkan dengan optimal,” tambahnya.
 
Handoko menekankan, keanekaragaman hayati adalah masa depan negara kita dan satu-satunya yang kita tidak akan berkompetisi dengan negara lain. “Hari Keanekaragaman Hayati Internasional ini menjadi pengingat untuk kita agar dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai isu keanekaragaman hayati,” paparnya.

Selain itu, dia menyebutkan, masyarakat diharapkan mampu untuk mempertahankan dan meningkatkan populasi satwa, spesies tumbuhan, serta nilai-nilai keanekaragaman hayati lainnya.
 
“Di ujung keanekaragaman hayati itulah ada konservasi, salah satunya kita akan terus bekerja keras dan berjuang untuk konservasi,” tuturnya. “Selain itu, kita bisa memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia, baik laut maupun darat secara bijak untuk kemaslahatan masyarakat kita, bahkan dunia juga.” tutup Handoko. (LIPI/591)