Kenormalan Baru, UPT Kementan Siap Dukung Ketersediaan Pangan

Minggu, 14 Juni 2020, 14:54 WIB

Rutinitas Pagi Mahasiswa Polbangtan Manokwari dalam mendukung ketahan pangan melalui budidaya ayam potong | Sumber Foto:istimewa

AGRONET -- Sepekan pasca dibelakukannya tantanan atau kenormalan baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menuntut ASN dapat beradaptasi dengan perubahan tatanan hidup di situasi pandemi COVID-19.  
 
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, “Pandemi Covid-19 sudah ada bersama dengan kehidupan sehingga masyarakat harus segera beradaptasi dengan segala hal baru.”
 
Lebih lanjut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SMD Pertanian Kementerian Pertanian (BPPSDMP Kementan), Dedi Nursyamsi menyebutkan, “Nomor satu adalah sehat, nomor dua juga sehat, nomor tiga sehat juga dalam menghadapai kenormalan baru.”
 
Sehat adalah segala-galanya. Dengan sehat kita dapat melaksanakan tugas dengan baik, dengan sehat mengolah pertanian maksimal, dan mewujudkan strategi Kementan dalam menghadapi kenormalan baru. 
 
Salah satu yang menjadi sorotan yakni ketersedian pangan di masa pandemi dan era kenormalan baru.  Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lingkup BPPSDMP Kementan, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari meski masih belum sepenuhnya menjalankan kenormalan baru, dalam proses belajar mengajar, namun Unit Teaching Factory (TEFA) tetap berjalan.
 
Dengan mengedepankan protokol pencegahan covid-19 masing-masing Unit TEFA mampu menyediakan pangan bagi warga Manokwari dan sekitarnya.  Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta (14/6) menyebutkan, “Sayur mayur seperti kangkung, selada, kacang panjang hasil panen mahasiswa sudah mulai banyak dipesan baik perorangan, restoran, maupun pasar swalayan.”
 
Jagung dan ayam potong yang dibudidaya juga mendukung ketahanan pangan masyarakat.  Ketersediaan pangan yang memadai diharapkan mampu menekan angka stunting yang cukup tinggi khususnya di Papua Barat. (269)