Panen di Kendal, Mentan Minta Tingkatkan Produksi Jagung Pakan Ternak

Senin, 29 Juni 2020, 08:50 WIB

Mentan SYL dalam acara panen raya jagung di Desa Pujang Rejo, Kecamatan Cepiring, Kendal. | Sumber Foto: Humas Kementan

AGRONET -- Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi jagung tahun 2020 lebih tinggi dari tahun lalu demi mengamankan pasokan jagung dalam negri. Di Kabupaten Kendal produksi jagung diserap untuk pakan ternak dan kini target tanam jagung April-September 2020 sudah mencapai luas 8.752 hektare (ha).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan panen raya jagung yang sudah dilaksanakan pada musim tanam I mencatat angka surplus untuk beberapa daerah. Data produksi yang dihasilkan dinilai dapat menjadi acuan dalam meningkatkan luas tanam dan memperbaiki produktivitas.

"Kita harus pastikan produksi jagung cukup sesuai kebutuhan bulanan. Luas tanam kita tingkatkan, tapi produktivitas juga harus bagus. Produksi pangan di Kendal dan Jateng hingga saat ini dan ke depan aman," kata Mentan Syahrul dalam acara panen raya jagung bersama Bupati Kendal, Mirna Annisa, di Desa Pujang Rejo, Kecamatan Cepiring, Kendal, Sabtu (27/6).

Hadir pada panen raya ini anggota Komisi IV DPR, Luluk Hamidah, Wakil Ketua Komisi II DPD RI, Hasan Basri, anggota DPD, Denty Eka Widi Pratiwi, Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Moch Erwansjah, Kajati Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Suryo Banendro, dan jajaran Eselon I Kementan.

Syahrul mengapresiasi pertanian Kabupaten Kendal dalam penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam mengakselerasi pertanian ke depannya. Ia mengatakan bahwa penyerapan KUR di Kabupaten Kendal Januari hingga Juji 2020 sudah mencapai Rp 71,5 miliar dan merupakan pencapaian yang sangat bagus saat ini. "Penyerapan KUR di Kabupaten Kendal sebenarnya sudah baik tapi kalo bisa serap lagi sebanyak-banyaknya bahkan kalau bisa Rp 250 miliar," ucapnya.

Selain itu, Syahrul juga mengatakan bahwa padi di Jawa Tengah berproduksi secara maksimal sehingga akselerasi di bidang pertanian harus terus didorong karna pertanian akan menjadi jawaban dari harapan dan kebutuhan masyarakat ke depannya untuk menciptakan ketahanan pangan dari setiap daerah.

Bupati Kendal, Mirna Annisa, mengatakan siap mendukung ketahanan pangan nasional mengingat besarnya potensi di wilayahnya. Luas baku sawah di Kabupaten Kendal mencapai 24.335 ha dan luas penanaman padi 2019 sebesar 34.984 ha dengan provitas 5,88 ton/ha. Sedangkan luas penanaman jagung 2019 seluas 33.010 ha dengan produksi mencapai 202.309 ton pipilan kering.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri atas kehadiranya melakukan panen jagung. Kami berterima kasih sekali kepada Pak Menteri karena membawa program bantuan KUR, sehingga hasil petani langsung dibeli offtaker, petani mendapat harga yang menguntungkan," ucap Mirna.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi, mengatakan Kabupaten Kendal memiliki potensi tanaman jagung yang dinilai tumbuh baik dan juga menghasilkan panen yang bagus sehingga Kementan terus melakukan upaya untuk memaksimalkan potensi yang sudah ada.

"Potensi yang sudah ada terus kita tingkatkan sehingga hasilnya lebih maksimal karna jagung di Kabupaten Kendal ini sangat strategis dan sebagian besar panen untuk pakan ternak," kata Suwandi.

Kini Kabupaten Kendal juga sudah mempergunakan alat mesin pascapanen dan dryer untuk mengeringkan jagung. Saat ini juga sedang dilakukan ternak ayam sehingga saat ini pasar untuk penyerapan hasil panen tidak bermasalah.

"Jumlah peternak Kendal ada 830 peternak. Populasi di Kendal 6,7 juta ekor ayam produksi dan dalam pembibitan 500.000 ekor," terang Suwandi.

Lebih lanjut Suwandi mengatakan sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo, Kementan berkomitmen meningkatkan produksi jagung. Untuk itu, anggaran Direktorat Tanaman Pangan untuk Kabupaten Kendal berupa bantuan benih padi hibrida seluas 3.000 ha dan benih sebanyak 75.000 kg, serta bantuan benih jagung hibrida seluas 3.000 ha.

Di samping itu, Suwandi juga menerangkan rata-rata produktivitas jagung lokal saat ini sekitar 6 ton/ha. Kementan menargetkan produktivitas naik menjadi 8-9 ton/ha. Saat ini, beberapa sentra sudah bisa mencapai target produktivitas tersebut. Tercukupinya kebutuhan jagung juga akan semakin menjauhkan Indonesia dari keran impor jagung yang merugikan petani.

"Pola tanam jagung juga mengikuti pola tanam yang dilakukan pada komoditas padi. Dimana, penanaman dilakukan secara terus menerus sehingga musim panen terus berlanjut sepanjang tahun," tukas Suwandi. (357)