Ini Alasan Generasi Milenial Kembangkan Ternak Kerbau

Sabtu, 04 Juli 2020, 18:33 WIB

Generasi Tani Milenial, Nevita Kibo, tertarik tuk kembangkan ternak kerbau di Toraja | Sumber Foto:Tim Medsos Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Regenerasi Petani menjadi sebuah keharusan untuk menopang ketahanan pangan nasional.  Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebutkan, “Pertanian dengan semangat baru perlu diluncurkan.  Peluang usaha dibidang pertanain tak kalah dengan bidang lain.”

Lebih lanjut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (BPPSDMP Kementan), Dedi Nursyamsi menyatakan pembangunan petani milenial sudah mulai diarahkan.  Dengan adanya Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan diharapkan mempercepat regenerasi petani. 

Di sisi lain keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang Pendidikan yakni Politeknik Pembanguan Pertanian (Polbangtan) menjadi pemicu generasi muda mencintai pertanian.  Seperti Nevita Kibo, Mahasiswa Polbangtan Manokwari yang memiliki minat dalam pengembangan usaha ternak kerbau. 

Dara cantik asal Toraja tak segan untuk membantu orang tuanya memelihara ternak kerbau. Pandemi Covid-19 yang mengharuskannya belajar dari rumah, malah membuatnya semakin mencintai budi daya ternak kerbau.  “Pemeliharaan ternak kerbau mudah, cukup diberikan rumput saja.  Dan Kerbau juga dapat dipotong pada saat ada orang meninggal,” sebut Mahasiswa Progam Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan ini.

Adat setiap orang Toraja yang wafat diharuskan menyediakan puluhan ekor kerbau. “Peluang besar usaha budidaya kerbau di Toraja karena memiliki nilai ekonomi  tinggi baik dari aspek sosial maupun budaya,” sebut Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta.

Selain itu ternak kerbau juga bermanfaat bagi petani sebagai sumber tenaga kerja untuk menarik bajak di sawah, alternative penghasil daging, susu, dan berbagai makanan olahan. Purwanta pun berharap generasi milenial dapat menangkap peluang tersebut tentunya dengan pemanfaatan teknologi dibidang reproduksi.

Sejalan dengan program SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) yang diluncurkan Kementan dalam upaya peningkatan produktifitas sapi dan kerbau.  Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Tri Harsi menjelaskan, “Ternak sapi dan kerbau sejak dahulu telah mempunyai peranan yang cukup penting bagi kehidupan manusia.”

Ternak kerbau yang memilliki sifat silent heat (birahi tenang) menjadikan produktifitas ternak ini rendah.  Selain itu, akibat kawin alam yang tidak diatur, terjadi perkawinan sekerabat (inbreeding) yang cukup tinggi yang berdampak pada penurunan mutu genetik ternak kerbau.

Salah satu solusi permasalahan tersebut, BIB Lembang memproduksi semen beku kerbau untuk proses inseminasi buatan pada kerbau.  Inseminasi buatan itu sendiri adalah kawin suntik dengan menggunakan alat inseminasi yang berisi semen (sperma) dari kerbau unggul. 

Dengan adanya IB kerbau, diharapkan produktivitas kerbau Indonesia dapat meningkat, terlebih di daerah Toraja serta Generani tani milenial memahami teknologi dalam melakukan budi daya ternak kerbau. (269)

BERITA TERKAIT