Bupati Siak Alfedri: Hasil Panen Perdana Padi Tahun ini Jauh Lebih Baik

Selasa, 28 Juli 2020, 06:29 WIB

Bupati Siak, Alfedri, beserta jajaran dan petani panen raya padi di Sabak Auh, Siak. | Sumber Foto:Kementan

AGRONET -- Para petani di Kampung Laksamana, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Riau, cukup puas dengan hasil panen perdana tahun ini. Jika dibandingkan dengan periode lalu, hasil tahun ini jauh lebih meningkat.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Siak, Arisman, menjelaskan hasil panen padi di kampung itu tahun ini tidak terpengaruh dengan adanya pandemi COVID-19. Terbukti, panen perdana tahun ini bisa menghasilkan 6-8 ton gabah kering per hektare (ha). Sedangkan tahun lalu, hanya di angka 5,5 ton.

Hasil yang cukup memuaskan ini, kata Arisman, tidak terlepas karena cuaca yang mendukung. Total luas persawahan yang dipanen di sini seluas 208 ha. "Petani di sini semua menerapkan IP 200, dan menggunakan varietas inpari 42," kata Arisman, Senin (27/7).

Terpisah, Bupati Siak, Alfedri, mengapresiasi warga Kampung Laksamana yang mulai alih fungsi lahan sawit ke padi. Sebab, pada panen perdana ini, salah seorang warga kampung itu sebelumnya telah mengubah lahan sawit seluas 7 hektare menjadi persawahan.

"Kalau hasil panennya mencapai 6-8 ton per hektare, uangnya bisa sampai Rp 27 juta sekali tanam. Waktu panennya juga tidak terlalu lama. Tentu untung dibanding tanam sawit," kata Alfedri.

“Kami apresiasi, tahun ini sudah ada alih fungsi lahan sawit kembali ke padi 7 ha. Lebih banyak hasil padi dari pada sawit. Rencana kita akan melakukan penataan dan pengelolaan persawahan yang baik dengan mendorong sistem pengairan dengan pompanisasi dan pipanisasi. Sudah diusulkan lewat APBN mudah-mudahanan bisa diprogramkan untuk tersier sehingga sistem pengairan lebih baik,” tambah Alfedri.

Terkait mekanisasi, Alfedri menyebut yang belum ada tinggal transpalanter. “Yang lain sudah dapat semua. Alsintan (alat mesin pertanian. red) sudah diberikan ke Poktan. Dengan Alsintan yang lengkap dan saprodi yang lengkap Insya Allah produksi meningkat dan ekonomi masyarakat lebih baik,” pungkasnya.

Sebagai informasi luas lahan sedang dipanen 200 ha, dengan total luas sawah 800 ha. Pemerintah akan membuat sistem one planning dan one managemen, mendorong sudah tanam semua menjelang atau memasuki musim hujan.

Untuk diketahui, dari data Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Siak, dalam tiga tahun terakhir, 237 hektare lahan kebun kelapa sawit rakyat di Kabupaten Siak sudah berubah menjadi persawahan. Lahan itu tersebar di beberapa kampung (desa) yakni di Kampung Buantan Lestari, Tuah Indrapura, Kemuning Muda, Jatibaru Langsat Permai, dan yang terkahir 7 hekatare di Kampumg Laksamana.

Total luas areal persawahan di Kabupaten Siak 4.904 hektare (ha) yang tersebar di 10 kecamatan, yakni di Kecamatan Siak 8 ha, Mempura 47 ha, Pusako 32 ha, Sabak Auh 1.150 ha, Sungai apit 641 ha, Koto Gasib 51 ha, Kandis 62 ha, Tualang 26 ha, Sungai Mandau 534 ha, dan Kecamatan Bungaraya 2.202 ha.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, menegaskan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, Kementan terus berkomitmen menyalurkan bantuan untuk budidaya dan penanganan pascapanen. Suwandi menegaskan Kementan berkomitmen untuk menyediakan pangan bagi 267 juta jiwa rakyat Indonesia secara mandiri.

"Untuk petani Siak supaya bisa lebih semangat berproduksi. Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa bantuan benih padi dan benih jagung, alat-alat pascapanen, dan juga berbagai jenis alat prapanen, serta permodalan dari KUR terus ditingkatkan," imbuh Suwandi. (591)