KKP Gaungkan Budidaya Ikan Mandiri

Kamis, 30 Juli 2020, 08:46 WIB

Upaya mandiri bagaimana seluruh pembudidaya diharapkan mampu memproduksi benih dan pakan secara mandiri. | Sumber Foto:Humas KKP

AGRONET -- Di tengah pandemi COVID-19, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak seluruh pembudidaya ikan agar mampu melakukan pembudidayaan ikan secara mandiri. Hal ini dituturkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.

“Di tengah pandemi COVID-19, kita ingin terus meningkatkan produksi perikanan nasional terutama perikanan budidaya sebagai langkah pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Untuk mendongkrak produktivitas itu, maka kami mengajak seluruh pembudidaya agar mandiri,” kata Slamet dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/7).

Upaya mandiri itu, menurut Slamet, seluruh pembudidaya diharapkan mampu memproduksi benih dan pakan secara mandiri. "Kita punya program Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari), dan sekarang kita mengajak para pembudidaya diharapkan juga mampu memproduksi benih sendiri," ujarnya.

Menurutnya, selama pandemi COVID-19, di sektor perikanan, kegiatan distribusi baik pakan, maupun benih, sedikit banyaknya pasti ada yang terganggu. Jika para pembudidaya sudah mandiri, walau kondisi apa pun produksi budidaya akan terus berjalan, tidak akan terganggu.

"Salah satu upaya kami agar pembudidaya mampu memproduksi benih, kami menyalurkan bantuan induk lele unggul untuk para pembudidaya. Program bantuan calon induk ikan ini merupakan program prioritas nasional KKP dengan harapan pemerintah dapat menjamin kualitas benih yang beredar di masyarakat,” tuturnya.

Di samping, lanjut Slamet, jika pembudidaya sudah mampu memproduksi benih unggul sendiri berarti sudah memangkas biaya produksi, keuntungan para pembudidaya ikan pun akan lebih meningkat. “Biaya tertinggi di budidaya ikan adalah pada pakan, kemudian benih.Jika pembudidaya mampu mandiri memproduksi itu semua, pembudidaya bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. Ini juga sesuai dengan harapan kami agar kesejahteraan para pembudidaya ikan ikut naik,” paparnya.

Penyaluran bantuan calon induk ikan unggul kepada masyarakat merupakan langkah pemerintah untuk memastikan benih yang dihasilkan di unit pembenihan rakyat/hatchery skala rumah tangga (UPR/HSRT) memiliki standar mutu yang tinggi. “Kualitas dan kuantitas induk bermutu di masyarakat merupakan elemen penting sebagai pendukung peningkatan produksi perikanan budidaya,” tambahnya.

Adapun salah satu program bantuan calon indukan (Calin) unggul itu disalurkan ke daerah Sumatera, salah satunya kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Tunas Harapan Desa Suka Menang Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, yang beranggotakan 25 Orang. Calin ikan lele tersebut sebanyak 100 paket, yang terdiri dari 1.000 ekor calin ikan lele betina dan 500 ekor calin ikan lele jantan yang didistribusikan melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam.

Mahdi, Ketua Pokdakan Tunas Harapan, mengatakan adanya bantuan indukan lele unggul sangat membantu mereka pembudidaya ikan, karena dengan adanya indukan ini, diharapkan mampu memproduksi benih unggul sendiri. Sehingga mereka tidak perlu lagi membeli benih, modal pun bisa lebih berkurang.

“Semua anggota kelompok kami menginginkan agar kami bisa lebih untung dalam budidaya lele. Salah satunya, mampu memproduksi benih sendiri. Indukan dari KKP biasanya lebih bagus. Makanya adanya program bantuan ini sangat membantu kami seluruh anggota kelompok pembudidaya ikan Tunas Harapan. Harapannya, dengan memproduksi benih sendiri, untung kami bisa lebih banyak, dan kami semua bisa lebih sejahtera,” ujar Mahdi. (591)