Mentan SYL Serahkan Bantuan Rp 35.7 Miliar di Wajo

Jumat, 31 Juli 2020, 16:27 WIB

Mentan SYL menyerahkan bantuan untuk senilai 35,7 miliar dan 5 truk bantuan kemanusiaan senilai 250 juta di Kabupaten Wajo. | Sumber Foto:Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau kondisi petani dan lahan pertanian yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Wajo. Dalam kunjungannya, Ia sekaligus menyerahkan bantuan untuk sektor pertanian senilai 35,7 miliyar dan 5 truk bantuan kemanusiaan senilai 250 juta.

"Sesuai perkiraan dalam 1 bulan ke depan sawah yang tergenang air akan surut. Ini waktunya kita persiapkan bibit dan mekanisasi yang memadai, untuk menggantikan lahan sekitar 9 ribu ha yang gagal panen. Bahkan berharap target bisa naik mencapai 14 ribu ha untuk memperkuat ketahanan pangan," ujar Mentan pada acara penyerahan bantuan kemanusian di Kabupaten Wajo,Sulawesi Selatan, Selasa lalu (28/07).

Bantuan untuk sektor pertanian yang serahkan diantaranya alat mesin pertanian (Alsintan), Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) senilai 500 juta, Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai 1,8 miliar, serta Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan memperoleh tanggungan/klaim sebesar 9 juta rupiah.
 
Selain itu, Mentan juga serahkan 5 truk bantuan kemanusian yang terdiri dari bahan pangan pokok dan sandang dan papan. "Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah lumbung pangan, sehingga jika ada gangguan di sini maka bisa mengganggu produktivitas kita," kata Syahrul.
 
Mentan juga meminta pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Wajo membangun sektor pertanian yang lebih kuat, sehingga bisa menjadi daerah contoh untuk daerah lain. "Jika diperlukan ambil KUR. Mudah mudahan Wajo bisa menjadi contoh. Tidak hanya untuk Sulawesi Selatan tapi untuk nasional," tuturnya.
 
Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang berdampak pada bencana banjir di Kabupaten Wajo yang terdiri lahan persawahan lebih dari 8.000 ha lahan pertanian gagal panen atau puso. "Kita mengalami bencana banjir dan utamanya areal pertanian kita kurang lebih 8.000 hektare yang ada di wilayah kabupaten Wajo mengalami genangan air," ucap Amran.
 
Lebih lanjut Amran menegaskan seusai banjir surut, maka petani di wilayahnya akan segera kembali menanami lahan sawah yang berkendala. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 14 ribu ha sudah dipersiapkan, untuk menambah target luas tanam. "Begitu air surut  untuk menambah target luas tanam  sejak April -September 2020 kurang lebih 123 ribu hektare. Insyah Allah kami optimis memenuhinya," terangnya.
 
Ia juga mengatakan bahwa Kabupaten Wajo sebagai salah satu kabupaten penyangga besar/lumbung pangan di Sulawesi Selatan, sekaligus penghasil jagung. Petani Wajo butuh bantuan berupa benih padi, jagung, dan pupuk, baik itu pupuk anorganik dan organik.
 
Selain itu, Amran juga menyatakan bahwa saat ini Kabupaten Wajo sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, juga sedang mencanangkan untuk menjadi daerah lumbung daging. Ke depan ini bisa menjadi salah satu program andalan dari integrated farming. 
 
"Kami pemerintah Kabupaten Wajo akan mengawal betul amanah target. Kami akan bekerja sekuat tenaga untuk membantu Bapak Menteri Pertanian dalam mewujudkan garda ketahanan pangan," tukasnya.
 
Dalam kunjungan ini turut hadir anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin, Wakil Gubernur Sulsel, serta para pejabat eselon I Kementan. (357)