BKP Kementan Gandeng Universitas Sukseskan Diversifikasi Pangan dan P2L

Selasa, 04 Agustus 2020, 13:11 WIB

Mentan SYL didampingi Kepala BKP Agung Hendriadi dan perwakilan dari universitas dalam rangkaian acara penandatanganan kerjasama guna mensukseskan diversifikasi pangan dan kegiatan pangan lestari. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET --  Kementerian Pertanian (Kementan) dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan konsisten bergerak dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat. Salah satu kebijakan usaha memenuhi pangan masyarakat adalah diversifikasi pangan dan kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L) yakni dengan memanfaatkan pekarangan rumah tangga. Agar kegiatan tersebut berjalan maksimal BKP Kementan menggandeng sejumlah universitas dalam rangka diversifikasi pangan dan pendampingan kegiatan pekarangan pangan lestari.

Penandatangan kerjasama langsung ditandatangani oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi, dengan wakil rektor, dekan Fakultas Pertanian, antara lain dari Universitas Lampung, Universitas Brawijaya, Universitas Lambung Mangkurat, Sekolah Vokasi IPB, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin.

Penandatangan kerjasama disaksikan langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Acara berlangsung di Auditorium Gedung D Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (4/8). Turut hadir, Sekjen Kementan, Momon Rusmono, dan para pejabat eselon satu lingkup Kementan, dan kepala dinas pertanian dari beberapa provinsi dan kabupaten.

Mentan SYL dalam arahannya mengatakan sangat mengapresiasi kerjasama antara BKP dengan universitas ini, yang artinya turut bekerjasama dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Menurut SYL, kegiatan pangan lestari merupakan suatu cara bertindak di lapangan secara kongkrit guna memenuhi kebutuhan pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Untuk itu, ujar SYL, kampus memegang posisi penting, baik dalam konsepsi, pengetahuan, dan akhirnya pada penerapan langsung di lapangan. Ia pun meminta ke depan kerjasama dengan kampus dapat melibatkan kampus dan peguruan lain baik negeri maupun kampus swasta.

Pada kesempatan itu, SYL menegaskan pertanian harus tetap bergerak meskipun dalam situasi pandemi COVID-19. Menurutnya segala bentuk tantangan dan hambatan harus diatasi dengan bahu-membahu, dan dengan demikian sektor pertanian harus maju menjadi pemenangnya.

SYL berharap dalam kegiatan pangan lestari agar mahasiswa dapat turun terlibat langsung ke lapangan. Ia pun menggambarkan dengan turunnya mahasiswa dapat mengembangkan titik-titik pemanfaatan pekarangan hingga puluhan ribu titik di seluruh Indonesia.

Lebih jauh, kata SYL, kegiatan pangan lestari dapat dikembangkan dalam skala luas dengan membangun usaha, memperluas pemasaran produk hasil pertanian pekarangan, dan dapat membangun kerjasama dengan perbankan atau memanfaatkan dana kredit usaha rakyat atau KUR.

Pada kesempatan itu, SYL mengingatkan perlunya penyediaan bibit dalam menggerakkan kegiatan pangan lestari karena ini merupakan salah satu kunci agar kegiatan ini berjalan sukses. Ia pun menekankan bahwa pertanian adalah budidaya, jadi kegiatan pengembangan pangan lestari harus berjalan kontinyu.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi, menjelaskan diversifikasi pangan dan kegiatan pangan lestari merupakan upaya untuk meningkatkan ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan bagi rumah tangga dan masyarakat. Selain itu kegiatan ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi, seimbang, dan beragam.

Lebih rinci, Agung mengatakan, kegiatan pangan lestari pada tahun 2020 ini tersebar di dua ribu titik di seluruh Indonesia. Untuk mensukseskan kegiatan pangan lestari tersebut BKP menggandeng universitas untuk pendampingan di lapangan. Selain itu pendampingan dan pengawasan juga sudah dijalankan selama ini bersama dinas pertanian dan pangan di daerah. (591)