BPP Binaan Polbangtan Manokwari Penuhi 12 Syarat BPP Model Kostratani

Minggu, 30 Agustus 2020, 03:32 WIB

Mahasiswa Polbangtan Manokwari pun terlibat dalam memenuhi persyaratan BPP menjadi BPP Model Kostratani di BPP Masni, Papua Barat | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET -- Pemantauan perkembangan transformasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi BPP Model Kostratani terus dilakukan.  Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam pembangunan pertanian termasuk dalam mengaktifkan kembali fungsi BPP.

Berbagai program telah dirancang Kementerian Pertanian (Kementan) demi optimalnya kinerja BPP, salah satunya Program Komando Strategis Pertanian (Kostratani).  Kostratani sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan berperan dalam mengoptimalisasikan tugas, fungsi, dan peran BPP dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan sekaligus Ketua Harian Organisasi Kostratani, Dedi Nursyamsi menyebutkan, “Transformasis BPP menjadi BPP Model Kostratani dilakukan secara bertahap hingga Tahun 2021.”  Berbagai persyaratan dirancang demi terciptakannya keseragaman BPP Model Kostratani. 

Setidaknya ada 12 syarat yang harus dipenuhi masing-masing BPP. Mulai dari penetapan lokasi BPP, sosialisasi kostratani, pelatihan Informasi Teknologi (IT) dan manajemn data/infromasi pertanian, pelatihan aplikasi pelaporan program utama Kementan, hingga pengimplementasiannya.

Para penyuluh dibimbing untuk mampu mengimpelentasikan Penyusunan elektornik Rencana Definitid Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), Penyusunan Calon Petani Calon Lahan (CPCL).  Tak hanya menyusun, penyuluh juga harus mampu mengimpelemntasikan verifikasi CPLC, monitoring bantuan sarana produk pertanian.

Impelentasi pendampingan petani dalam mengimplementasikan, Monitoring dan Evalusasi (Monev), serta Pelaporan Hasil Kegiatan Program Utama Kementan menjadi pelengkap persyaratan. Khusus untuk pelapran hasil kegiatan secara periodik setiap hari jumat, BPP Model Kostrani melaporkan kepada Kostrada, Kostrawi, dan Kostanas dengan menginput data dalam laporanutama.pertanian.go.id.

Laporan secara otomatis dapat terbaca oleh Menteri Pertanian SYL di Agriculture War Room (AWR) Kementan.  Data-data tersebut berasal dari seluruh BPP di Indonesia, termasuk BPP Papua Barat. Keterlibatan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan di Papua Barat mempercepat terpenuhinya persyaratan BPP menjadi BPP Model Kostratani.

Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari yang membina BPP Papua Barat, telah mengatarkan BPP Binaannya memenuhi 12 syarat BPP Model Kostratani.  Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta menyebutkan, “Tahap awal BPP Model Kostratani khususnya di Papua Barat terwujud dengan salah satu indikator sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian dan konektivitas dengan AWR melalui laporan utama program Kementerian Pertanian.”

Polbangtan Manokwari secara berkelanjutan akan mengawal lebih lanjut BPP Prafi dan Masni.  “Kami juga akan membina BPP Model Kostratani dalam mewujudkan peran lainnya sebagai pusat konsultasi agribisnis, pusat penumbuhan petani milenial, dan pusat pengembangan jejaring usaha,” sebut Penanggung Jawab (PJ) Pembangunan Pertanian Papua Barat. 

Tepat pada Jumat, 29 Agsustus 2020 pukul 17.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), berdasarkan hasil Update Monitoring Model BPP Kostratani Lingkup BPPSDMP Kementan, Polbangtan Manokwari telah memenuhi 12 kegiatan yang dipersyaratkan.  Purwanta mengapresiasi kinerja seluruh civitas akademika Polbangtan Manokwari yang telah bahu membahu mendukung terpenuhinya persyaratan BPP Model Kostratani. (269)